Selasa, Oktober 11, 2016

Film Wonderful Life: Disleksia dan Definisi Ulang Kebutuhan Anak-anak Kita

Produser     : Angga Dwimas Sasongko, Handoro Hendroyono, Rio                      Dewanto
Sutradara    : Agus Makkie
Penulis      : Jenny Jusuf
Produksi     : Visinema Pictures, Creative & Co
Pemeran      : Atiqah Hasiholan, Sinyo, Lydia Kandou, Alex Abbad,                  Putri Ayudya. Arthur Tobing,Abdul Arif, Totos Rasiti,                Didi Nini Thowok   
                     
Salah satu scene yang saya suka di film Wonderful Life

Penting untuk mendapatkannya. Keajaiban-keajaiban terbaik selalu akan ada pada “keburukan” takdir yang harus dilewati.

Apa yang Anda bayangkan, ketika anak Anda ternyata di zaman modern yang begitu menekankan pada pentingnya baca tulis justru sama sekali tidak bisa belajar huruf dan angka; mengenali, mengidentifikasi dan membacanya? Seseorang tanpa harapan. Tanpa masa depan. Apakah begitu?

Inilah yang diangkat oleh Film Wonderful Life (Karena Setiap Anak Terlahir Sempurna).

Sudah lama tidak menonton akting Atiqah Hasiholan, saya cukup terkesima ketika dia memerankan tokoh Amalia dengan begitu baik di Film Wonderful Life. Amalia, wanita karir yang dihadapkan pada kenyataan anaknya Aqil (diperankan Sinyo) adalah penderita disleksia atau dyslexia. Sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun.

Amalia seorang pekerja keras yang diandalkan perusahaan periklanan tempatnya bekerja. Perfeksionis, pintar dan berkarit cemerlang. Sikap yang sebenarnya dibentuk “dibentuk” oleh ayahnya. Bagaimana kesuksesan diukur dengan nilai akademis mentereng dan prestasi yang gemilang. Ini juga yang membuat Amalia tertekan, karena Aqil tidak seperti dirinya. Aqil sakik dan itu harus diobati. Ayahnya atau kakek dari Aqil pun sedemikian membuat semua menjadi beban. 

Desakan sang ayah, penyangkalan dirinya atas kondisi Aqil menjadi benang merah Film Wonderful Life.

Beruntung, saya orang pertama yang diundang menonton salah satu film anak bangsa yang memunyai visi mencerahkan ini di XXI Senayan City, Sabtu 8 Oktober 2016 lalu. Bersama rekan-rekan media dan tentunya geng blogger Jakarta. Dari Blogger Koalisi Pesona Indonesia (KOPI) dan Blogger Mungil (Blomil). 

Geng blogger yang selalu antusias dengan acara-acara inspiratif 

Sepanjang menonton film ini, sesekali saya mengenggam tangan mungil Kekey (5 tahun) anak saya. Saya pekerja kreatif, menulis cerita anak, menulis animasi anak, pernah bekerja di penerbitan anak. Jelas, saya paham betul dunia tidak berisi dokter, ilmuwan, dosen, akuntan dan profesi yang mengandalkan (kebanyakan) sisi akademik seseorang. Penari, pelukis, aktor, desainer ternama banyak yang sukses dan menjalani hidupnya dengan fun. Tapi kadang, entah bagian dari pemikiran saya yang mana, kadang lebih dominan. Menginginkan Kekey les Bahasa Inggris, Matematika, Calistung dan sederet mimpi dia akan kuliah di jurusan kedokteran, teknik atau sains.

Padahal, Istri saya adalah seorang sarjana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sudah 10 tahun lebih menjadi guru dari bocah-bocah dengan berbagai latar belakang. Sejak selesai sekolah menengah atas istri memang sudah menjadi guru TK. Sekarang mengajar di TKIT Buah Hati Jakarta yang tidak menekankan calistung sebagai target yang penting pada anak didiknya.


Di sinilah, saya mulai membongkar ulang miss-interpretasi saya pada ukuran kesuksesan. Film Wonderful Life telah membuatnya lebih jelas. Ya, meski sebenarnya saya tidak se-saklek orang tua pada umumnya. Mungkin, (sedikit) ambisi saya ingin Kekey jadi dokter, sarjana teknik, atau saintis pada kekaguman masa kecil saya pada siswa jago matematika, fisika, kimia dan pelajaran wah lain,disayang guru-guru. Mereka populer, hahaha... Meski sebenarnya, kebanggaan tersendiri saya adalah mengenang pengalaman di SMP ketika membaca puisi, kelas hening karena menurut saya mereka terpukau dengan penjiwaan dan cara saya membawakannya. Atau ketika praktik menulis cerpen di SMA, teman-teman memuji cerpen sudah seperti cerita kebanyakan di Kawanku, Aneka Yess dan majalah keren lain. Bahkan, saat kuliah prestasi menulis saya go national, hehehe...

Istri selalu bilang, tidak apa-apa anak tidak pintar di pelajaran sains, toh dia punya kelebihan di bidang lain. Tidak apa-apa di kelas B Kekey belum bisa membaca dengan lancar, karena usia segitu bukan saatnya belajar. Tapi bermain, mengasah aspek motorik dan sosial. Yang paling penting, sekolah (TK/PAUD terutama) menghasilkan anak yang bahagia dan berkepribadian baik. Lebih penting membangun anak jujur, berempati, kritis, suka menolong, berani, ketimbang bisa calistung usia 3-6 tahun. Intinya anak harus B-A-H-A-G-I-A. 

Jadi ketika pulang dari menonton Wonderful Life, istri saya antusias. Dan mengatakan film ini penting untuk ditonton para orangtua, terutama perempuan sebagai ibu. Rencananya ia akan share dan mengajak bareng guru-guru lain dan ibu-ibu agar bisa mengetahui. Kebutuhan penting anak adalah bisa diterima apapun keadaan yang diberikan Tuhan.

Media gathering dengan Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan
Terbukti Aqil dalam Film Wonderful Life membuktikannya. Tak bisa baca tulis, toh ia sangat terampil "menulis kata dan angka" melalui gambar-gambar yang menakjubkan. Membaca imajinasi dan menuangkannya di kertas putih. Bahkan, karyanya telah tersebar secara komersial. Apa ada anak se-usianya yang casciscus baca tulis bisa menghasilkan uang? Ini baru satu sisi. Tapi yang paling penting dan melegakan, Aqil dan Amalia di film ini menemukan keajaiban dalam “kekurangan” bernama disleksia. Benar-benar keajaiban yang didapatkan dari proses menemukan kesadaran oleh sang ibu, yang kelak diikuti kakek Aqil yang pelan-pelan menerima semua orang tidak terlahir sama dan harus sama sesuai keinginan.



Film ini berhasil membawa penonton dalam realitas yang sebenarnya. Sesuai tagline Film Wonderful Life di mana "Setiap Anak Terlahir Sempurna". Kita akan dengan sangat mudah menemukan realitas bahwa anak disleksia pun punya kelebihan. Bisa sukses, bahagia dan tumbuh dengan baik. Asal kita bijaksana menghadapinya, tepat menyiasatinya, dan mencintainya apa adanya. Bagaimana caranya? Silakan tonton film yang mulai tayang di bioskop tanggal 13 Oktober 2016 ini.


Apakah film ini gambaran ideal disleksia yang rasanya "tak mungkin terjadi"? Mengingat, seperti di awal, rasanya di zaman melek baca tulis, rasanya hidup seorang disleksia akan sedemikian sulit, karena bisa dikatakan menjadi buta huruf. 


Perlu diketahui, film ini bukan menjual mimpi anak disleksia bisa sukses atau sekadar fiksi, karena Film Wondeful Life ada dalam kehidupan nyata. Tokoh Aqil benar-benar ada, kisahnya dibukukan sendiri oleh sang ibu, Amalia Prabowo. 

Ini dia bukunya, berjudul sama dengan film

Ini dia anak yang istimewa tersebut. Aqil! 

Menariknya, Film Wonderful Life merupakan pembuka gerakan Sariayu Martha Tilaar. Dinamakan Be Wonderful Movement. Gerakan yang mengkhususkan agar perempuan menjadi motor penggerak perubahan, berwawasan luas, mandiri, kuat, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. 

Di gerakan ini pula, brand kosmetik terkenal Indonesia ini akan merangkul perempuan inspiratif Indonesia untuk mengangkat isu-isu beauty green, beauty education dan beauty culture. Dan salah satu perempuan tersebut, tentunya Amalia Prabowo. [Elzam]



PS:
Saya dan Kekey sangat suka visual film ini. Hutan. Danau. Sawah. jalan lengang,pasar tradisional (ini saya yang suka, Kekey suka jejeritan karena becek dan bau, hahaha...) Karena kami bertiga memang hobi jalan-jalan outdoor. Jadi sepanjang film, saya mengingat-ngingat nama daerah yang kebetulan masuk scene. Bisa dijadwalin buat trip besok-besok. Cmiiww...!    

Selasa, April 19, 2016

7 Street Food Bogor yang Patut Dijajal!

Berpikir tentang bogor, saya langsung teringat dengan riuh rendah khas ini. Kota penopang Jakarta yang dikenal dengan Kota Hujan. Paling suka dari Bogor adalah suasananya yang cukup hijau sehingga segar dipandang mata. Apalagi view sungai-sungainya yang berair cukup bersih dibandingkan dengan Jakarta. Kalo jalan ke Bogor, maka saya selalu ingat dengan Kota Curup, kota kelahiran saya nun jauh di Bengkulu. Suasananya hampir-hampir mirip. Bersih, tenang, hijau, dan adem. 

Okay, sekarang saya cuma mau membahas beberapa spot kuliner legendaris di Bogor. Lebih khusus, street food alias kuliner kaki lima. Kuliner Bogor pas di lidah saya. Suka banget dengan toge goreng dan tentunya asinan. Cuma yang sedikit tidak berkenan dengan selera saya sih soto bogor yang pake risoles kecil-kecil itu. Nggak tahu kenapa, saya mencoba beberapa kali, tetap saja nggak suka. Yah, ini soal selera juga kali. 

Nah, ini tujuh kuliner yang patut dicoba jika melipir ke Bogor. 

1. SOTO BENING PAK IJUH
Alamat            :  Jalan Pengadilan, Pasar Anyar, Bogor
Telp                 :
Jam buka         : 6.00-12 WIB (siang)
Harga              : +  7.000-14.000 IDR
Menu               : soto bening dan sate sapi.

Jajanan kali lima bertaburan siap memanjakan pecinta kuliner di kota ini. Soto Bening Mang Ijuh adalah satu dari sekian banyak food street yang digemari warga Bogor. Pembelinya bahkan orang luar Bogor yang khusus datang untuk berburu santapan lezat khas Kota Hujan. Anda cukup berjalan kaki dari Stasiun Bogor ke arah Pasar Anyar menuju warung tenda kaki Pak Ijuh. Berada di tempat super ramai dan sibuk di pusat grosir sepatu, sendal, bahan kain, baju, dan lainnya (Pasar Anyar) soto bening Pak Ijuh cukup sederhana. Di emperan dengan gerobak seadanya.   

Keistimewaan soto Pak Ijuh terdapat pada rahasia rempah berupa pala, cengkeh, kayu manis, dan kapulaga segar. Seperti namanya, soto tersebut berkuah bening dari sebuah dandang yang terus mendidih. Rasanya sangat pekat dengan sedapnya bumbu dan terasa hangat di tenggorokan. Kaldunya menjadi makin lezat karena daging dan tetelan yang semakin empuk karena kompor yang selalu stand-by agar kuah tetap panas. Aromanya menguar memenuhi udara memancing banyak orang mendekat.  Untuk isian, Anda bisa memilih daging, paruh, atau kulit/kikil.

Pemilik warung yang tersohor ini adalah Pak Ijuh, yang setia melayani pegawai kantoran, ibu-ibu pedagang-pembeli di Pasar Anyar, dan warga lain. Tempat yang sempit tidak menyurutkan pembeli untuk batal antri demi mencicipi soto bening yang beroperasi puluhan tahun lalu tersebut. Namun terakhir, usaha berjualan soto tersebut dikelola istri dan anak-anaknya dari pagi hingga siang. Setiap hari beliau bisa menghabiskan dagiang beserta jeroan 50 kg dengan beras 30 liter. Cukup banyak, untuk usaha skala kaki lima yang sederhana. Soto Pak Ijuh uniknya tak hanya bisa dimakan di tempat, tapi juga bisa menjadi oleh-oleh karena tahan sampai empat hari. Biasanya akan dikemas terpisah antara kuah dan daging sebagai isi.

Saat menyantapnya dengan nasi putih, jangan lupakan emping, irisan jerus nipis,  bumbu kacang, dan sambal yang tersedia di meja. Rasa lezatnya akan semakin sempurna! Anda juga dapat menambahkan kecap manis asli buatan Bogor. Oh ya, variasi menu selain soto, Pak Ijuh menyediakan sate daging dengan bumbu kacang yang bisa menjadi pilihan untuk dicampurkan pembeli saat menyantap soto. Dikenal sebagai penjual soto kaki lima yang lezat, tak jarang soto jalanan ini naik kelas melayani pesanan acara seperti pernikahan, ulangtahun, atau syukuran. Kalau sudah begini, memang, slogan ‘rasa tak pernah bohong’ ada benarnya.

2. WARUNG SOTO KUNING PA’ YUSUP
Alamat            :  Jalan Suryakencana Gang Aut, Bogor
Telp                 : 0877-70279585/0813-81989393
Jam buka         : 08.00-15.00 WIB
Harga              : +  10.000-30.000 IDR (bellow)
Menu               : soto kuning

Bicara soto kuning kali lima identik dengan Warung Soto Kuning Pa’ Yusup (perhatikan ejaan nama, Pa’ Yusup bukan Yusuf, karena banyak nama yang nyaris serupa). Lokasinya berada di Jalan Suryakencana Gang Aut, salah satu icon  street food legendaris yang dimiliki Bogor. Tepatnya di depan Bank BCA. Seperti namanya Soto Kuning, warna kuning didapatkan dari kunyit sebagai pewarna alami ditambah rempah lain  yang menimbulkan cita rasa menggugah selera. Soto kuning Pak Yusup ini berbahan dasar santan pekat yang gurih. Rasa soto ini tidak jarang disandingkan dengan cita rasa hotel bintang lima, karena citarasanya yang tak diragukan lagi bagi warga Bogor dan pemburu kuliner enak.

Soto kuning Pak Yusuf sudah lama menjadi kesukaan pelanggannya. Bisa dibayangkan, sekarang ini kuliner kaki lima tersebut dikelola oleh generasi ketiga dari perintisnya. Rasanya yang seakan jaminan bagi lidah membuat warung gerobakan ala kadarnya ini mampu bertahan dari gempuran tempat makan lain di Bogor yang menjamur.  Setiap hari motor dan mobil pelanggan memadati tempat parkir. Pemandangan akan bertambah berjubel jika memasuki weekend, karena banyak pembeli dari luar Bogor yang sengaja mencari soto racikan Pak Yusup.

Kuliner andalan Kota Bogor ini mencolok terhidang dengan tumpukan daging di atas daun pisang. Pembeli bisa memilih sendiri. Baik yang sudah digoreng atau yang dibumbui kuning. Harganya dihitung sesuai berapa banyak potong yang Anda makan. Pilihannya selain daging, terdapat pula kikil, usus, lidah, limpa, otak, dan bagian lainnya.
pilihan daging sebagai isian soto (www.theatmojo.com)

3. LAKSA GANG AUT
Alamat            : Jalan Suryakencana Gang Aut, Bogor
Telp                 : 087870251399
Jam buka         :  6.30-14.00 WIB (sampai habis)
Harga              : +  10.000  IDR
Menu               : Laksa

Laksa. Jenis makanan tradisional yang jarang mulai jarang ditemukan. Tradisi melayu juga memiliki kuliner bernama laksa ini,. Anda bisa menemukannya di daerah Riau, Palembang, atau Jambi. Laksa juga dikenal oleh masyarakat Betawi. Lain Melayu, lain Betawi, lain pula Sunda. Di Bogor, laksa menggunakan oncom halus sebagai bumbu. Oncom ditambahkan untuk memberikan rasa gurih, pengental kuah yang sekaligus akan meninggalkan sensasi lembut di lidah. Tidak berlebihan, karena oncom memang menjadi salah satu bahan makanan khas tradisi sunda. Bukan udang rebon atau ebi seperti biasanya jika menikmati laksa di daerah lain. Nah, jika Anda ingin menikmati laksa khas Bogor, lagi-lagi Gang Aut menjadi tempat yang recomended.

Warungnya mudah ditemui dengan pemilik Pak Wahyu. Laksa buatan Pak Wahyu bukan sembarang laksa, kuahnya bukan dari santan seperti biasanya, tapi kelapa yang direbus cukup lama. Resep ini akan meninggalkan serpihan parutan kelapa yang gurih dan wangi. Sajian Laksa Gang Aut terdiri dari ketupat, tahu, telur rebus, suwiran ayam, bihun, dan tauge. Supaya bertambah segar ditambahkan daun kemangi. Di dalam mangkok, kemudian akan disiram kuah kuning yang kental bercampur dengan . Cita rasa laksa Gang Aut ini benar-benar original, karena racikan oncom dan kelapa ala Pak Wahyu. Setiap bahan akan membuat mulut tak bisa berhenti menyuap. Kegurihannya semakin sempurna karena untuk menambah rasa dan sensasi krenyes, pelengkap terakhir adalah taburan kelapa sangrai atau serundeng.

Setiap harinya Laksa Gang Aut tak pernah sepi pembeli. Tempatnya yang berupa kedai sederhana dari bambu membuat makanan ini benar-benar menjadi icon kuliner tradisional. Apalagi di Bogor, penjual laksa terbilang langka. Berbeda dengan soto mie bogor, tauge goreng atau asinan bogor. Anda tidak patut mengabaikan laksa buatan Pak Wahyu ini jika berkunjung ke Bogor. Jangan lupa untuk tidak datang terlalu siang, karena kans menikmati laksa akan semakin tipis karena habis. Atau berminat mem-booking Pak Wahyu agar acara Anda semakin menjadi istimewa dengan hidangan yang  laksa buatannya? Anda tinggal menghubunginya, karena beliau terbiasa menerima pesanan dalam jumlah banyak untuk berbagai acara.

4.  SOTO BOGOR PAK SALAM
Alamat            : Jalan Siliwangi (seberang Bank Mandiri), Bogor
Telp                 : -
Jam buka         :    WIB (sampai habis)
Harga              : +   IDR
Menu               : soto kuning

Hati-hati menyantap soto kuning di Warung Soto Bogor Pa’ Salam. Anda bisa jatuh cinta dan akan menjadi pelanggan tetap seperti pembeli lainnya. Soto bogor Pak Salam merupakan satu dari sekian banyak soto bogor legendaris yang dimiliki kota hujan  tersebut.  Buka Pukul 16.00 sore, acapkali dua jam kemudian soto bogor Pak Salam ludes. Seberapa lezat sih soto Pak Salam?

Warung tenda biru mencoloknya tak mampu memuat semua pembeli. Jika weekend banyak pembeli luar Bogor ikut heboh mencari tempat dan memilih aneka potongan isian soto. Kursi merah tersusun rapi dengan pengunjung yang asyik menikmati soto bogor hangat yang juga sering didatangi selebrits dan para tokoh. Lokasinya di pinggir Jalan Siliwangi, setelah perempatan Jalan Suryakencana-Gang Aut. Nama Pak Salam sudah menjadi identitas kelezatan soto kuning khas Bogor. Setidaknya ciri fenomenal soto beliau adalah  kuah santan yang tidak begitu berlemak namun tetap mempertahankan raga gurih lemak itu sendiri. Bingung kan? Kemudian dua varian isian (daging sapi dan jeroan) yang sudah digoreng atau direbus saja. Pemiliknya adalah Pak Iwan Setiawan, generasi kedua Pak Salam.
Rasa soto bogor dominan dengan bumbu kunyit yang sekaligus menjadikan warna kuahnya kuning menggoda. Selain daging, pembeli bisa memilih jeroan seperti usus, paru, empal, otak, lidah, babat, kikil, bahkan urat. Tergantung selera. Tapi jangan kebablasan,  khawatir perut Anda tidak mampu  menampungnya. Lagipula jumlah  potongan daging dan jeroan yang Anda masukkan ke mangkok akan mempengaruhi seberapa banyak kocek yang harus dibayar.

Lucunya, pemilik soto ini kerap melontarkan candaan semacam  istilah dengan arti khusus. ‘Masih indah-indah’  artinya daging dan jeroan masih tersedia banyak, ‘indahnya cuaca hari ini’ mengungkapkan kekecewaan karena habis. Jika mempersilakan pembeli memilih isian soto Pak Iwan akan menyebutkan, “Mangga disetel.” Dan sederet istilah lain yang  hanya diketahui maksudnya jika Anda benar-benar telah menjadi pelanggan setia Pak Iwan.

Warung Soto Bogor Pak Salam tak hanya menyediakan soto bogor. Anda dapat mencicipi menu lain yang  juga tersedia dan tak kalah yummy. Silakan pilih antara sate kentang manis, sate jengkol manis, emping jengkol, atau perkedel. Menikmatinya dengan sate bogor pun sah-sah  saja. Jadi Anda tidak perlu didera rasa penasaran sekembalinya dari warung soto tersebut.

5. TOGE GORENG IBU EVON
Alamat            : Jalan Suryakencana Gang Besi (belakang Bank CIMB Niaga), Bogor
Telp                 : 085693489846
Jam buka         :   7.00-15.00 WIB (sampai habis)
Harga              : +  8000  IDR
Menu               : toge goreng

Makanan khas kaki lima yang tak kalah populer dan banyak digandrungi masyarakat Jabodetabek adalah toge goreng. Sangat mudah menemukannya. Apalagi jika malam, penjaja taoge goreng mudah ditemui di stasiun, pinggir jalan, atau penjaja keliling. Lantas ada apa dengan toge goreng Ibu Evon? Anda harus menjadi bagian dari pecinta kuliner yang pernah mencicipi toge goreng Ibu Evon jika berada di Bogor. Lidah warga Bogor biasa menyebut Ibu Evon dengan berbagai dialek, Mak Ivon, Mak Empon, Mak Evon, atau Ibu Evon seperti yang terpampang di spanduk warungnya. Semuanya benar, jadi Anda tidak perlu bingung jika nanti bertanya.

Menggunakan api kayu bakar, citarasa toge goreng Ibu Evon menimbulkan aroma yang unik. Anda seperti diajak menjelajah sejarah kuliner khas zaman nenek kita dahulu yang mengandalkan perapian kayu. Ibu Evon terus mempertahankan bahan bakar kayu demi menjaga agar masakannya tidak berubah citarasa dan aroma. Dibuka dari pagi hingga sore hari, Ibu Evon sepanjang waktu dibantu anak dan menantunya setia melayani pelanggan.

Sebenarnya toge goreng tidak bisa disebut toge goreng. Alih-alih digoreng, toge direbus dengan air dalam belanga tradisional. Kemudian dicampur irisan tahu, kupat tahu, dan mie kuning. Langkah terakhir adalah mengguyur semua bahan dengan bumbu berbahan dasar oncom dan tauco. Tampaknya inilah rahasia kelezatan toge goreng Ibu Evon yang legendaris. Tidak tanggung-tanggung, sama seperti penjual kuliner lain yang dicintai dengan kesetiaan penuh sang pelanggan. Berpuluh-puluh tahun Ibu Evon telah melakoni usahanya tersebut.

Bagi Ibu Evon, makanan yang terbilang sederhana ini sudah memiliki pengemar fanatik tersendiri. Sebuah gentong tanah liat besar berisi bumbu unik seakan menyimpan rahasia tersendiri, mengapa toge goreng Ibu Evon begitu maknyuus....

Saat weekend pembeli akan membludak, sabar menunggu tangan terampil Mak Ivon dan ‘karyawan’. Anda akan melihat serombongan anak muda atau boyongan keluarga bercengkerama sambil sesekali memerhatikan proses memasak toge goreng ala Ibu Evon. Sebagian lagi lahap menikmati sajian kecoklatan dengan lelehan kecap manis dalam piring. Penyuka pedas bisa menambahkannya dengan sambal yang akan membuat toge goreng semakin hot. Super delicious, rasanya campuran antara asem-manis-gurih yang menyegarkan. Soal harga, Anda tidak perlu khawatir akan menguras kocek. Sungguh, sajian makanan murah ala kaki lima yang tidak murahan.

6. ASINAN JAGUNG BAKAR RIDO GANG RODA
Alamat            : Jalan Suryakencana Gang Roda, Bogor
Telp                 : -
Jam buka         :   09.00-17.30 WIB (sampai habis)
Harga              : + 8.000  IDR
Menu               : jagung bakar

Asinan jagung,  dibakar pula? Memang tidak biasa, tapi eksistensinya yang tak pernah kehilangan pelanggan, cukup untuk Anda memberi cap kuliner (lagi-lagi) khas Bogor ini dikategorikan istimewa dan wajib cicip. Adalah Rido yang  pemilik usaha street food tersebut, yang mendapat warisan usaha dari pencipta resep sekaligus perintis bernama Bang Sabur. Yang tak lain ayahnya.  Konon, ayahnya telah menjadi pedagang asinan jagung bakar sejak tahun 1968 silam. 

Sesuai namanya, asinan jagung bakar dibuat dari jagung manis yang dibakar terlebih dulu. Aromanya jagung akan semakin menantang dan ‘keluar’ jika dibakar. Tahap selanjutnya jagung yang udah dipisahkan dari bonggolnya diberi kuah cuka berbumbu cabe segar yang digiling kasar plus gula pasir. Rasanya campur aduk tapi nikmat! Paduan kesegaran  yang manis, asam, sekaligus pedas bercampur di lidah. Apalagi begitu kuah yang sudah beraroma jagung diseruput. Sluuurph.... Asli bikin ketagihan. Supaya lebih rame dan nendang, pembeli bisa mencampur asinan dengan kerupuk mie dan irisan mentimun.  Kerupuk akan  tenggelam karena dibanjiri kuah asinan. Coba nikmati sebelum kerupuk benar-benar lembek untuk mendapatkan sensasi krenyes  kerupuk.  

“Cukanya pakai cuka biang dan cuka aren, jadi asem sekaligus wangi,” ujar Rido yang piawai meracik asinan jagung bakar karena terbiasa  menemani ayahnya semasa masih hidup berjualan.   Gerobak Rido bisa ditemui sepanjang hari, dari pukul 09.00-17.30 WIB. Bagi Anda yang ingin menjadikan asinan jagung bakar sebagai oleh-oleh, Rido menyiapkan jagung yang sudah dibakar dalam plastik dengan kuah yang terpisah.

7.  ASINAN  BUAH DAN SAYUR PAK WAWAN
Alamat            : Jalan Kapten Muslihat, Taman Topi, Bogor
Telp                 : -
Jam buka         :   09.00-17.00 WIB (sampai habis)
Harga              : +  13.000 IDR
Menu               : asinan buah, asinan sayur, rujak buah

Deretan toples besar berjejer rapi dalam gerobak di salah satu pusat keramaian Kota Bogor, yakni Taman Topi. Sangat gampang menemukannya, karena berdampingan dengan Stasiun Bogor. Toples-toples ini berisi aneka asinan buah dan sayur yang dijajakan Pak Wawan setiap hari. Namun jangan menganggap enteng pendapatan Pak Wawan yang  menjual asinan bogor dengan tampilan sederhana khas kaki lima. Dalam sehari, beliau bisa mendapatkan tidak kurang dari sejuta rupiah.

Asinan buah Pak Wawan sudah dikenal masyarakat luas, tidak heran dirinya juga memiliki pelanggan tetap. Rasa asinan buatan Pak Wawan  tidak kalah enak dengan buatan penjual lain yang sudah mapan dan punya nama. Menurutnya kunci yang selalu dipertahankannya adalah selalu menggunakan buah yang masih segar plus cabai yang juga harus segar. Tidak heran, usahanya tetap bertahan sejak tahun 1985 ketika awal-awal menjual asinan di Taman Topi. “Sebelumnya saya jual buah potong. Masih asongan dan naik turun bus untuk menawarkan dagangan,” kenangnya.

Asinan buah Pak Wawan terdiri dari potongan aneka buah lokal seperti bengkuang, pepaya, mangga, kedondong, jambu air, nenas, pala, dan buah lainnya. Asinan ini dinikmati berikut dengan kuah asam yang terbuat dari air cuka dan cabe. Warna merah beningnya membuat air lius menetes, apalagi saat siang ketika cuaca Bogor sedang terik ditambah lalu lalang orang.  Agar lebih renyah, ditambahkan juga kacang tanah yang membuat asinan akan menjadi lebih kaya rasa. Tidak lupa adalah peran kerupuk kuning yang melengkapi asinan tersebut menjadi lebih nikmat dan menyegarkan. Selain asinan buah, asinan  sayur juga menggunakan kuah berbahan sama. Sayur yang digunakan adalah  sawi asin, daun antanan, toge, kol, wortel, ubi jalar merah, dan kacang tanah. Buah dan  sayuran harus direndam dalam  kuah  kurang lebih 12 jam sampai meresap.

Buat Anda yang ingin mendapatkan rasa yang lebih segar, sebaiknya membeli untuk dibawa pulang. Simpan terlebih dulu di kulkas. Begitu dingin, ehm... rasanya akan semakin mantap.
Nah, kuliner mana yang sudah pernah Anda jajal? Bolehlah share di mari komentar lidahnya. [Elzam]   

Note: Fotonya nyusul ya di update berikut, koneksi lagi lemot banget buat unggah picture. I'm so sorry.

Senin, April 04, 2016

Eksplorasi Tanpa Batas Si Kecil, Nestle DANCOW Excelnutri+ Hadirkan Nutrisi untuk Jelajahi Dunia

      Siapa sih yang nggak suka minum susu? Cairan putih yang dihasilkan oleh sapi, kambing, kuda, unta, dan mamalia lain. Termasuk juga di dalamnya manusia. Susu produksi mahmud a.k.a mamah mudah tentu sudah nggak asing bagi para papah muda seperti saya. Eh bukan, ha-ha-ha..., maksudnya air susu ibu (ASI) sudah tak asing bagi bayi. Sumber nutrisi utama, sebelum dapat mencerna makanan padat dan minuman lain.
      
Kebiasaan minum susu sudah sangat tua. Setua peradaban manusia itu sendiri. Manusia "pemburu susu" memerahnya dari sapi, kuda, atau domba. Di Timur Tengah budaya minum susu sangat lekat dengan keseharian, bahkan olahan keju ditemukan kali pertama oleh suku pengembara di sana. Susu lalu merambah ke Eropa melalui Anatolia 5.000 abad lalu SM. Sementara di nusantara, susu baru dikenal sejak penjajahan Belanda di abad ke-18. Telat banget ya? Tapi seperti ujaran yang sering kita dengar, lebih baik telat daripada nggak sama sekali. Kalau tidak, bayangkan betapa repot dan kasihannya mahmud tadi, jika para papa dan anak akan memperebutkan susu dari sumber kantung susu terbatas yang miliki mahmud tadi. #ApaSih? 

(Foto: www.merdeka.com)
Mungkin karena telat mengenal gurihnya susu seperti sapi inilah. Rata-rata konsumsi susu orang Indonesia masih rendah. Survei di tahun 2011 oleh Euromonitor dan produsen kemasan susu menyebutkan Indonesia menduduki nomor buncit se-Asia. Cuma 12, 8 liter/tahun, jauh lebih rendah dari warga Vietnam yang minum susu 14, 3 liter/tahun. Apalagi negeri jiran tempat tinggal Upin-Ipin, konsumsi susunya mencapai 50,8 liter/tahun mengungguli negeri kita.

Padahal loh ya, asupan nutrisi susu diperlukan oleh semua jenis usia. Manusia dengan usia produktif perlu untuk membantu pertumbuhan dan kesehatan, sedangkan lanjut usia membutuhkannya untuk mencegah osteoporosis (tulang keropos). Anak-anak? Jangan ditanya lagi. Semua mafhum sejak baru brojol, susu serta merta menjadi makanan wajib di hari pertama lahir ke dunia. Bukan nasi uduk kayak orangtuanya. 


Tidak heran adanya, Rasulullah menganjurkan setiap bayi diberi ASI minimal sampai usia dua tahun demi optimalnya tumbuh kembang periode emas sang anak. Sementara manfaat susu perahan dari ternak yang tak terbantahkan, Al-Qur'an telah menjelaskan jauh sebelum scientist menemukan fakta bahwa susu adalah zat bernutrisi mengagumkan yang bersih dari darah dan kotoran. Letaknya di tubuh mamalia steril di kelenjar/kantong susu. Kontaminasi udara dan zat lain saat diperahlah yang menjadikannya tidak steril lagi. Cona renungkan, apa yang telah Allah Swt sampaikan dalam wahyu-Nya:
“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya,” (QS: An-Nahl: 66).
Secara alami kandungan nutrisi penting susu adalah vitamin, protein, kalsium, magnesium, fosfor, zinc dan lemak. Nggak heran juga, mengingat dahsyatnya dampak susu bagi peminumnya. Peternakan susu menjamur di tiap pelosok Eropa. Bisa dimengerti, ini untuk menyuplai kebutuhan susu masyarakatnya yang sudah sangat baik. Pasalnya, kebiasaan minum susu mereka juga lebih oke dibanding kita yang berada di kawasan Asia. Sarapan pagi, pertama yang dicari orang Eropa adalah susu yang dilengkapi sereal atau buah. Kalau saya, jujur lontong padang Etek depan rumah. Kemudian minum kopi hitam sebagai penyerta. Sungguh, ini tidak cukup sehat. Jangan ditiru ya! :-)   


Susu, Nutrisi Penting Bagi Tumbuh Kembang Anak-anak
Well, kita tidak perlu panjang lebar menyebutkan manfaat "mimik tutu" bagi papah muda seperti saya. (Please, para mom jangan melotot gitu melihat saya!) Kita udah sepakat bukan? Seperti pembahasan di awal, susu minuman gurih-enak dengan nutrisinya yang penting untuk menunjang kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Bagaimana dengan bayi dan anak-anak usia satu tahun ke atas?

Ketika lahir, kemampuan anak mengonsumsi makanan masih sangat terbatas. Saluran pencernaan bayi masih lemah dan rongga mulut perlu adaptasi dengan makanan asing yang belum pernah disesap ketika di dalam rahim sang ibu. ASI secara alami menjawab kebutuhan tersebut dan langsung bisa menyesuaikan dengan kondisi fisik bayi sekaligus memberikan perasaan nyaman penuh kasih sayang melalui ikatan batin saat proses menyusui. Pada keadaan tertentu, jika ASI tidak memungkinkan maka susu formula (sufor) dapat menjadi pengganti. Bisa juga dikombinasikan antara ASI dan sufor. Putri kecil saya, Kayyisah Faqihah Adonia, yang sekarang berusia 4 tahun sebelas bulan, termasuk yang mendapatkan asupan nutrisi kombinasi ASI dan sufor. Bukan karena papanya menuntut jatah lho ya! Ini karena istri saya bekerja. Jadi setengah hari di daycare bayi Kekey, sapaannya, harus minum sufor. Barulah setelah ibunya yang kebetulan menjadi guru TK di tempat yang sama istirahat atau selesai bekerja, Kekey kembali minum ASI.

Ketika kami membincangkan sufor untuk bayi kami dulu, maka saya dan istri dihadapkan pada begitu banyak merek. Perlu kepiawaian dan kejelian untuk menentukan susu yang tepat bagi Kekey. Termasuk susu pertumbuhan setelah ia sekarang memasuki masa anak-anak. Tentu bukan hanya soal harga, tapi juga kandungan nutrisi yang dimiliki susu tersebut, yang seyogyanya disesuaikan dengan tumbuh kembang bayi dan anak-anak sesuai periode usia mereka. Harapan saya dan istri, tentu Kekey tumbuh sehat dan jarang sakit, aktif, tumbuh pesat kemampuan otak, serta aktivitas motorik-psikomotoriknya berjalan tanpa kendala. 

Alhamdulillah, Kekey sudah bisa berjalan ketika menginjak sebelas bulan. Belakangan, baru saya ketahui langsung dari Ratih Ibrahim, pakar psikologi klinis Universitas Indonesia yang juga expert di Dancow Parenting Center, moment anak sudah bisa berjalan adalah tahapan memasuki gerbang untuk mengenal dunia luar. Beruntung banget, pengetahuan dan wawasan lain pun saya dapatkan ketika mengikuti gathering media dan blogger dari Dancow kemarin (Sabtu, 2 April 2016) di Mal Taman Anggrek yang bertajuk Nestle DANCOW Excelnutri+ Explore The World. Acara ini ditujukan untuk anak usia 1 tahun ke atas untuk bereksplorasi menjelajahi dunia bersama orangtuanya selama dua hari, 2-3 April 2016 kemarin untuk Jakarta. Siap-siap juga menyusul Medan, Surabaya, Yogyakarta dan Makassar. 

"Pada saat mulai berjalan, maka dimulailah anak beresplorasi lebih terhadap dunia luar.  Nggak lagi di-kekepin orangtuanya mulu. Anak perlu diberi ruang beraktivitas sendiri,” ujar Ibu Ratih yang mengaku mempunyai dua anak laki-laki tersebut. Ini terjadi pada anak saya ternyata, ketertarikan Kekey dengan kegiatan outdoor memang sangat besar sejak ia mulai berjalan. Saya masih ingat, ketika sedang mengikuti sebuah program travelling ke Yogyakarta dan kota-kota Jawa Tengah sebagai Petualang Aku Cinta Indonesia yang digagas salah satu media online terkemuka Indonesia, saya dapat telepon dari Jakarta, Kekey tiba-tiba sudah bisa duduk (waktu itu usianya lima bulan). Sebelumnya ia baru bisa guling kiri kanan dan mulai nggak bisa diam. Nggak pake merangkak, si kecil tersebut lantas bulan berikutnya ngesot dengan bantuan dada jika mau berpindah tempat. Usia 10 bulan mulai berpegangan di lemari, kursi atau dinding dan akhirnya bisa jalan ketika memasuki usia 11 bulan. Eksplorasi pertamanya dengan kaki telanjang, tentu halaman rumah, kemudian lanjut belajar berjalan di taman setiap weekend.


 

Kekey saat masih berbaring, duduk, mulai berdiri, dan belajar berjalan (Foto: pribadi)
Anyway, kata orang bikin anak itu gampang dan enak aja, tapi kata saya mengasuh anak jauh lebih enak. Menikmati setiap hal-hal ajaib ketika Kekey mulai suka meraih mainan atau apapun yang ada di sekitarnya, menggigit, membanting, membuat bunyi-bunyian, dan sebagainya. Keharuan ketika kata kali pertama memanggil saya, “pada, padaaa...” (Dulu saya dan istri membiasakannya untuk memanggil Panda dan Manda, dan entah dari mana asalnya kemudian ia lebih suka menyebut Papa dan Mama sampai sekarang, ha-ha-hat. It’s okay, no problem, dear).

Dan betapa menyenangkan sampai sekarang, Kekey menikmati ekslopre the world. Kekey memulainya dari halaman ketika dengan menyentuh dan menunjukkan ketertarikan pada belalang, kupu-kupu, semut, pohon kersen kecil, bebungaan, mengejar burung gereja sampai mengelus kucing tetangga, yang alhamdulillah, masih bisa ditemui di kediaman kami di Jakarta yang agak sukar ditemui sehari-hari. Ini untungnya punya tetangga di sudut kampung macam Pasar Rebo, yang sedikit masih menyediakan lahan terbuka dan banyak anak-anak pula. 

Saya juga masih menyimpan loh, video ketika Kekey mengeksplore sawah ketika di kampung Neneknya, Sukabumi. Usianya sekitar 1, 5 tahun. Lucu sekali, saya nggak tahan untuk tidak merekam adegan kala dia memberi makan kambing, mengelus, dan mencium si kambing. Tanpa takut dan jengah dengan bau kambing yang nggak pernah mandi, ha-ha-ha.... 
video
Sekarang Kekey selalu nagih untuk jalan-jalan, kalo libur di rumah doang protes, “Hali (noted: sampai sekarang dia belum bisa ngomong R) ini kita ke mana? Masa nggak ke mana-mana, Pa?" Maklum, kami pecinta jalan-jalan. Terhitung Kekey udah biasa banget diajak eksplore beberapa pantai, curug, kemping, main di kebun dan sawah, outbound, mendaki bukit, berkuda dan sebagainya. Sampai yang paling antimainstream pasang tenda di rumput sintetis di alun-alun Bandung kemarin ketika malam tahunbaruan menyambut 2016 lalu. Bertiga kami tidur di tenda di tengah sisa-sisa hingar-bingar perayaan kembang api, setelah bercapek ria explore Kota Bandung siangnya.

Cara mendidik anak, sebagai orangtua kami membebaskan Kekey melakukan apapun yang disukainya, kecuali memelihara binatang favoritnya kucing. Bukan apa-apa, karena kami sama-sama bekerja dan tidak ada pembantu di rumah. Repot. Sebagai gantinya ia boleh memelihara ikan. Sementara mengeksplorasi wisata outdoor yang rata-rata di luar Jakarta (kadang hanya dengan naik motor bertiga), apakah kami khawatir soal daya kekebalan tubuhnya dan menjadi gampang sakit? Apalagi Kekey paling suka diajak pasang tenda dan berkemah di alam terbuka. Juga bermain di pantai-pantai yang indah. Usia tiga tahun, tanpa ibunya, Kekey pernah travelling bersama saya dan teman-teman ke Pantai Sawarna. Bayangin loh, itu pantai dari Sukabumi aja butuh waktu 6 jam dengan kondisi jalan banyak rusak. Anak ini addict pantai. Rewel di jalan? Sama sekali nggak, asal cukup makan dan minum susu (ditambah tidur), ke mana aja diajak Kekey hayuuk aja! Di jalan ribut tengok kiri kanan sambil minta berhenti kalau ada sesuatu yang menarik. Sampai-sampai kulitnya menjadi lebih gelap dari seharusnya karena terpanggang matahari. Next plan, kemungkinan bulan depan kami akan mengajak Kekey mendaki Gunung Papandayan di Garut. Ini trip mendaki gunung pertamanya. Setelah sebelumnya senang diajak mendaki bukit-bukit kecil seperti Gunung Pancar dan Gunung Munara di Bogor atau Bukit Cirombong di Sukabumi. 
Beberapa pantai yang pernah Kekey exslore! (Foto: pribadi).
Okay, tips dari kami mungkin bisa membantu jika ingin melakukan hal serupa. Sebenarnya yang paling penting adalah prefare semuanya dengan detail. Istri saya pasti menyiapkan kebutuhan Kekey di bawah ini sebelum berangkat:
-       Perlengkapan pribadi: pakaian ganti, jaket, kaos kaki-sarung tangan, selimut, topi dan lainnya.
-       Makanan ringan seperti snack, coklat, sereal, biskuit, buah.
-       Makanan olahan bisa beras/nasi atau roti berikut lauk-pauk tahan lama. Biasanya ayam atau ikan diungkep yang siap goreng.
-       Obat-obatan
-       Boneka kucing yang selalu diajak ngomong.
-       Dan susu. Anak ini emang susuholic.
Kekey selalu antusias jika diajak berkemah (Foto: pribadi).


Saya dan istri percaya sepanjang asupan makanan dengan porsi dan ragam yang seimbang plus susu sebagai nutrisi pelengkap cukup diberikan, tidak ada yang patut dikhawatirkan. Nutrisi yang baik akan membuat tubuh Kekey aman-nyaman meski di tengah kondisi outdoor yang tentu berbeda ketika berada di dalam rumah atau play ground mall. Nutrisi ini pula yang menjadi sumber energinya untuk bergerak, menjaga ketahanan tubuh, sekaligus modal asupan pertumbuhan fisik dan otak yang memang sedang dalam masa-masa menakjubkan dan pesat berkembang.

Biarkan Anak Bereksplorasi dan Nutrisi Melindunginya
Masa anak-anak adalah masa yang tidak bisa diulangi. Untuk tahu dan mengenal banyak hal di luar sana sebagai bekal masa depannya, biarkan anak bereksplorasi sesukanya. Biarkan anak beraktivitas yang menstimulasi motorik seperti berlari, menendang, menyentuh, menendang, meremas, memukul, membanting. Biarkan ia melihat dan mengamati kemudian memuaskan keinginantahuannya dengan bertanya segala yang ditemui. Ayah dan Ibu sebatas mengawasi dan menjawab dengan bahasa yang mudah diterima jika anak mulai nyerocos tanpa rem bertanya ini-itu. 
Ratih Ibrahim, memberikan pengetahuan mengenai tahapan tumbuh kembang anak (Foto: pribadi)
Artis Carrisa Putri juga melakukan hal ini kepada putranya Quenzino Acana Naif (2,5 tahun). “Khawatir sih ada, tapi kan anak juga bisa belajar kalo misalnya dia jatuh sampai lebam misalnya. Ke depan dia jadi tahu bahaya, bisa lebih berani dan percaya diri,” curhat Carrisa. Kekey anak saya pun pernah benjol setelah terjun bebas dari tempat karena suka lonjak-lonjak di tempat tidur empuk. Luka kecil saat ngotot ikut memotong wortel, di saat saya waktu itu abai sedikit. Tapi dasar anak-anak, dia tetap asyik melanjutkan “permainan-permainan” berikutnya meski sudah dapet ganjarannya.

Usia satu sampai lima tahun atau istilah kerennya toddlerhood, menurut Ibu Ratih adalah masa eksplorasi hal-hal baru yang mendukung kemampuan buah hati. Nah, menurut beliau yang juga dosen Universitas Indonesia ini, ketika menginjak satu tahun anak tak pantas lagi kita sebut bayi. Di masa demikian, anak akan mengalami masa pertumbuhan tubuh yang pesat dan otak yang amat pesat. Mulai berjalan sendiri dan melakukan aktivitas mandiri. Ini waktu anak sedang lucu-lucunya. Nggemesin! Sehari-hari bagi mereka adalah waktu bermain, bereksplorasi dan bertanya. Perkembangannya meliputi:
-       Sensori-motorik
-       Komunikasi
-       Sosio-emosional
-       Kemandirian
-       Kognitif
-       Kreativitas

Ayah dan Bunda bisa menilainya apakah tumbuh kembangnya melesat yang ditandai parameter:

1.) aspek fisik: si kecil yang aktif bergerak, senang menjelajahi tempat baru, 
2.) aspek psikologis: anak-anak kita memiliki rasa ingin tahu yang besar (mengamati, menyentuh, dan bertanya hal-hal baru), dan 
3.) aspek sosial: anak peka terhadap emosi orang sekitar. Mereka akan gampang tertawa ketika orang lain tertawa, suka memandangi dan meniru ekspresi wajah. Di masa ini, apa yang diperlukan si kecil?

Okay, para orangtua bisa mencatatnya. Dan jangan lupa untuk menerapkannya demi kepentingan buah hati kita. Kalau bukan kita orangtuanya, siapa lagi? Kalau bukan untuk diterapkan, untuk apa pengetahuan yang kita dapat, bukan? Well, silakan simak.
Nutrisi: Si kecil butuh perlindungan dari dalam tubuhnya, dong. Ini bisa dipenuhi dengan asupan nutrisi susu. Jangan sampai di masa eksplorasi ini, tumbuh kembang anak justru tidak optimal. Nutrisi yang cukup penting untuk daya tahan si kecil, membantu otak tumbuh dan berkembang optimal. Sekaligus menjadi penentu pertumbuhan fisik yang baik nantinya.
Attachment positif: Berupa ikatan emosional timbal balik antara ayah-ibu dan anak yang baik dan intens. Kelekatan emosional ini membuahkan pengalaman emosi positif dan memberikan rasa aman pada anak. Pada akhirnya rasa aman tersebut, menurut Ratih akan melahirkan Basic Trust atau cara si kecil memandang dunia di sekitarnya secara baik. 
Stimulasi: Mengembangkan seluruh aspek kecerdasan dan kreativitas si kecil. Menyediakan ruang bagi si kecil untuk bereksplorasi, membantu si kecil mencapai target tumbuh kembangnya secara optimal. Kalau kasus Kekey, saya menyediakan mainan edukasi, ruang terbuka untuk dijelajahi, sarana belajar seperti buku cerita bergambar, alat menulis dan menggambar, tayangan audio visual yang sesuai usia mereka, latihan keterampilan fisik, memberi kesempatan bercerita dan didengar orangtuanya, serta stimulasi lainnya. Pendek kata, sebenarnya semua bisa menjadi stimulan anak untuk bereksplorasi, tidak hanya produk mainan standar yang memang dijual untuk anak-anak. Tergantung usia dan tahapan perkembangan mereka. Suatu ketika misalnya permainan ala Kekey, ember bening ditaruh di atas kursi terbalik. Posisinya seperti teleskop berikut dengan penyangga dari kursi plastik tadi. Lalu anak saya berteriak-teriak minta saya beraksi seakan-akan papanya di bulan, karena ia mau meneropong. "Pa, ayoo sini aku teropong dali bumi," katanya. Tuh, liat fotonya di bawah ini!
Sebagian aktivitas yang dilakukan putri kami, Kekey (Foto: pribadi).
Setelah panjang lebar tahapan perkembangan dibahas oleh Ratih Ibrahim. Orangtua tentu berpikir nutrisi bagaimana yang harus diberikan kepada anak? Supaya sehat dan tumbuh baik secara fisik, otaknya berkembang lebih pintar dan tidak gampang terserang penyakit. Menurut Sari Sunda Bulan, seorang ahli nutrisi, anak perlu diberikan asupan berupa makanan dan minuman yang seimbang dan lengkap. Asupan nutrisi ini penting untuk “amunisi” anak bertempur di luar saat mengesplorasi dunia luar. Fisiknya sehat dan tumbuh baik, sekaligus memiliki perkembangan otak yang optimal. Nutrisi yang dibutuhkan di antaranya meliputi:
- Pertumbuhan fisik meliputi protein, komponen esensial dalam pertumbuhan dan perkembangan, serta kalsium yang berperan dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. Tandanya usia satu tahun beratnya 3 kali berat lahir dan tinggi badannya ketika usia 2 tahun adalah setengah dari tinggi dewasanya kelak.
- Perkembangan otak: nutrisi yang dibutuhkan minyak ikan (sebagai sumber DHA), omega 3 dan omega 6. Di mana usia 2 tahun ukuran otak anak sudah mencapai 80 persen berat otak pada masa dewasanya.
Giliran Ibu Sari Sunda Bulan berbagi info menyiasati nutrisi buah hati dipandu Shahnaz Haque (Foto: pribadi).
Tantangan si kecil di Indonesia sebagai negara tropis, kadang terserang infeksi seperti ISPA, diare, dan lain-lain. Untuk itu perlu perlindungan, yaitu nutrisi untuk kesehatan saluran cerna seperti serat pangan inulin dan bakteri baik (Lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium longum). Kenapa saluran cerna? Karena memang 80 persen sistem daya tahan tubuh terdapat di saluran cerna, sehingga bakteri baik penting untuk pematangan sistem daya tahan tubuh di bagian tersebut yang bisa mencegah risiko ISPA dan infeksi saluran cerna. Selain itu dibutuhkan vitamin A C E, dan mineral selenium dan zink untuk melengkapi daya tahan dan pertumbuhan tubuh anak.


Nestle DANCOW Excelnutri+ Explore The World
Adalah Nestle, produsen makanan dan minuman terbesar di dunia yang memproduksi Nestle DANCOW Excelnutri+.
Foto: www.insparazzi.com
Kalau Ayah dan Bunda mengenal sufor seperti yang dikenal sekarang. Patut diketahui ini tidak terlepas dari peran Henri Nestle yang menciptakan makanan bayi pertama di kurun waktu 1860-1890. Beliaulah sang pionir. Setelah beberapa kali eksperimen, susu formula bayi pertama di tahun 1867 telah menyelamatkan bayi Wanner kecil. Sufor ini akhirnya diuji dan disetujui banyak dokter dan bidan dan dikenal sebagai produk yang lengkap, mudah dicerna, dan rasa yang enak. Inovasinya kemudian melahirkan perusahaan Nestle (1880-1918). Di Indonesia, PT Nestle Indonesia berdiri tahun 1974, sebagai anak perusahaan Nestle S.A yang berpusat di Vevey, Swiss. Perusahaan bermotto Good Food, Good Life ini punya memiliki pusat riset dan development (R&D) terbesar di dunia, 41 pusat teknologi produk dan R&D. Di Asia terdapat di Beijing, Shanghai, Singapura, dan Guargaon. Tentu, sebagai pionir dengan pusat riset mumpuni, Nestle mempunyai pengalaman yang patut diperhitungkan.

Kepedulian pada tumbuh kembang anak usia satu tahun ke atas, Nestle mempersembahkan Dancow Advanced Nutrion System, yaitu rangkaian susu pertumbuhan tiap tahapan yang diformulasikan untuk anak usia 1-12 tahun. Produk yang pasarkan adalah Nestle DANCOW Excelnutri+, inovasi terbaru yang diluncurkan awal tahun 2015 lalu.

Nestle DANCOW Excelnutri+ merupakan susu yang mampu menjawab kebutuhan masa tumbuh kembang anak yang sedang senang-senangnya bereksplorasi seperti Kekey. Secara umum karena semua kebutuhan Kekey sudah terpenuhi di dalam kandungan yang dimiliki Nestle DANCOW Excelnutri+, sesuai apa yang dianjurkan ahli nutrisi dan psikolog seperti yang diuraikan di atas, bagaimana soal memberikan asupan yang tepat untuk buah hati. Bisa saya sebutkan, karena Nestle DANCOW Excelnutri+ mengandung serat pangan inulin, bakteri baik, vitamin A C E yang tinggi dan mineral selenium dan zink yang juga tinggi. Kandungan tersebut sangat penting, karena aktivitas outdoor Kekey tentu rentan terhadap gangguan cuaca. Belum lagi jika main kotor-kotoran atau makanannya kurang terjaga kebersihannya, yang bisa saja berujung Infeksi saluran atas (ISPA) seperti batuk atau flu atau saluran cernanya menderita diare. Nah, Nestle DANCOW Excelnutri+ bisa meminimalisir dampak tersebut.   

Nestle DANCOW Excelnutri+ juga sudah dilengkapi minyak ikan (sumber DHA), omega 3 (asam Alpha Linolenat) dan Omega 6 (Asam Linoleat), yang sudah terbukti sangat baik berperan meningkatkan kemampuan anak di masa pertumbuhan. Perkembangan otaknya pun bisa lebih optimal sehingga menjadi lebih pintar. Takjub lho, Kekey sudah bisa melakukan pertambahan sederhana, mengenal huruf dan menulis sederhana. Hobinya yang dari kecil mengoleksi boneka aneka binatang, jalan-jalan, menari-menyanyi, sekarang ditambah dengan coret-coret. Menulis, menulis, dan menulis. Satu buku tulis yang diberikan kakeknya bisa habis dalam waktu dua hari saja. Bisa menulis huruf namanya sendiri, belajar menghitung, sampai menggambar binatang, pelangi, air terjun, matahari, atau papa mamanya.

Sementara untuk kebutuhan fisik dan tubuh, Nestle DANCOW Excelnutri+ yang mengandung tinggi protein dan kalsium dan dilengkapi asam amino esensial membuatnya bertubuh tinggi. Meskipun sebenarnya ibunya bertubuh mungil (hanya 148 cm), tapi Kekey termasuk paling tinggi ke-2 di kelasnya TK A Buah Hati, Jakarta. Soal gigi, cukup saya bilang giginya lengkap dan tidak rusak. Coklat makanan favoritnya, tapi untungnya Kekey tidak menyukai kembang gula. Alhamdulillah, keropos atau gigi hitam khas anak kecil jauh dari putri kecil kami.   

Nah, karena diperuntukkan untuk usia 1-12 tahun, Nestle DANCOW Excelnutri+ ada tiga jenis sesuai usia anak.
1.   Nestle DANCOW 1+ Excelnutri+
Diperuntukkan untuk usia 1-3 tahun. Tiga nutrisi pentingnya diperlukan untuk perlindungan, perkembangan otak, dan tentu saja pertumbuhan fisik.
Foto capture: www.dancow.id 
2.   Nestle DANCOW 3+ Excelnutri+
Diperuntukkan usia 3-5 tahun. Nutrisinya tetap menekankan untuk tiga aspek penting, perlindungan, perkembangan otak, dan pertumbuhan fisik. Hanya saja disesuaikan dengan anak di usia tersebut. Nah, Kekey minum yang ini. Rasa vanillanya disukai, karena susu menjadi lebih wangi dan tidak terasa amis. Terasa gurih, sehingga acara minum susu tidak perlu menjadi ajang “pemaksaan”, karena menang enak dan gurih. Jadi minum susu bagi Kekey sebenarnya adalah kebiasan yang asyik dan menyenangkan.
     
Foto capture: www.dancow.id
Rasa vanillanya benar-benar enak (Foto: pribadi)
   3.   Nestle DANCOW 5+ Excelnutri+
Diperuntukkan usia 5-12 tahun. Masih sama dengan susu sebelumnya, aspek perlindungan, perkembangan otak, dan pertumbuhan fisik menjadi sasaran penting konsumen kecil Nestle Dancow 5+ Excelnutri+ menikmati susu ini.
Foto capture: www.dancow.id

Soal apa yang menjadi komitmen Nestle bagi konsumennya anak-anak di Indonesia, Senior Brand Manager Nestle DANCOW Excelnutri+ Riza Nolapas, mengungkapkan, “Kami ingin memastikan anak Indonesia dapat berekslorasi tanpa khawatir, karena asupan nutrisi seimbang dan saluran cerna yang sehat.” 
Riza Nopalas dari Nestle yang juga papa muda, menjelaskan kandungan nutrisi Nestle Dancow Excelnutri+ (gambar: pribadi)
Program Nestle DANCOW Excelnutri+ Explore The World yang diselenggarakan di Mal Taman Anggrek juga sebagai bukti komitmen Nestle mengajak si kecil untuk berani dan tanpa khawatir menjelajahi dunia dan mendorong rasa keingintahuannya. Anak-anak bisa travelling keliling dunia. Seru, mereka diajak mengunjungi dan terlibat langsung dengan aktivitas eksplorasi semua yang ada di booth Negara Belanda, Jepang, Brazil, dan Indonesia bersama orangtuanya. Bisa memerah susu, mancing, menemui aneka satwa dan menjajal beberapa permainan. 

Di Belanda anak bisa eksplorasi bunga tulip, taman kupu-kupu dan lainnya. Di Indonesia bermain pasir pantai, mengenal lumba-lumba dan harimau dengan teknologi augmented reality. Menikmati pohon bunga sakura sambil membuat origami di Jepang, memakai kimono, sementara Ayah dan Bunda bisa berkonsultasi mengenai nutrisi dan tumbuh kembang dengan ahli nutrisi. Di Brazil, suasana Hutan Amazon akan menjadi petualangan eksplorasi menakjubkan dengan aneka satwa burung unta, berfoto dengan kuda dan sebagainya. 


Asyik loh...! Anak-anak bisa merasakan memerah susu sapi (Foto: www.liputan6.com).
Di booth Negara Indonesia, bereksplorasi memancing ikan. Ikan beneran loh ya, bukan ikan plastik, he-he-he....(Foto: www.liputan6.com) 
Awalnya saya sudah berencana mengajak Kekey mengikuti Explore The World ala Dancow Excelnutri+ ini. Sayangnya, Kekey sudah punya janji berenang dengan teman sekolahnya ditemani istri saya. Ya sudahlah, nanti semoga bisa ke empat negara tersebut aja langsung, nge-trip, aamin.

Dancow Parenting Center
Satu fakta penting lainnya sekaligus sebagai informasi. Ibu-ibu identik dengan ngumpul-ngumpul sesamanya. Bukan rahasia umum, setuju? Tapi yang ini bukan tempat arisan sambil gosip biasa. Nestle mempersembahkan Dancow Parenting Center, yang digagas sebagai tempat berkumpul sosok-sosok yang dipanggil mama, bunda, ummi atau ibu untuk memperoleh berbagai tips dan info parenting. Para pakar nutrisi dan tumbuh kembang anak ikut urun rembug di sini. Mereka siap memberikan pencerahan bagi semua orangtua yang peduli dari A-Z pengasuhan anak. 
Bunda-bunda, kumpul di sini, yuk! (Foto :www.dancow.co.id)
Informasinya tersedia lengkap dengan satu kali klik! Dancow Parenting Center. Di Dancow Parenting Center ini, kabar terbarunya yang bikin mupeng mahmud untuk diikuti adalah StimuLearn, yakni program edukatif untuk orangtua membantu anak belajar dan eksplorasi bersama. 
Nah, bagaimana jika para ibu asyik menimba ilmu dan share pengalaman, sementara anak-anak menikmati segelas susu Nestle DANCOW Excelnutri+? Klop! [Elzam]


Sumber rujukan:

1. www.wikipedia.org
2. www.nestle.co.id
3. www.rumahnutrisinestle.co.id
4. www.baitulmaqdis.com
5. www.health.detik.com
6. www.merdeka.com
7. Pres release Gathering Media dan Blogger Nestle DANCOW Excelnutri+, 2 April 2016.