tentang

Minggu, Mei 14, 2017

Tour de Cibitung Bareng Domus, Menelisik Pabrik yang Mengusik Impian

Pengalaman menarik di luar aktivitas sehai-hari, ngulik pabrik genteng :) 

Pilkada DKI 2017 yang melelahkan udah lewat. Gubernur terpilih sudah dikantongi setelah proses “berdarah-darah”. Apa yang saya ingat soal Pilgub kemarin yang mempertandingkan Anies vs Ahok? Ya sama lah dengan kebanyakan orang lain, janji-janji yang nempel di kepala ha-ha-ha...

Paling seksi sih, janji KPR rumah nol persen yang akan digagas Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Itu yang pertama. Kedua, adalah janji menaikkan gaji guru PAUD setara UMP DKI Jakarta. Ingatan paling egois karena berkaitan dengan kami yang belum punya rumah dan profesi istri sebagai guru di TKIT Buah Hati Jakarta yang terkenal ngeluarin bocah kreatif, pinter dan manis-manis pribadinya itu (ngendorse, Om?). Meski guru TK swasta, TK yang masuk dalam jenjang PAUD, boleh dong mengharapkan perhatian layaknya buruh yang standar upahnya jadi isu tahunan itu. Nah, lho....

Apapun, semoga lebih baik dari era Ahok pelayanan birokrasi, mengayomi masyarakat dari berbagai latar belakang dan ngurusin setumpuk soal di Jakarta yang tetap jadi tugas abadi gubernur Jakarta. Yaitu macet dan banjir.

Balik ke rumah, udah jadi rahasia umum kepemilikan rumah di Jabodetabek menjadi persoalan mendasar. Kabarnya, persentase pasangan muda urban di Jakarta yang kesulitan memiliki rumah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Harga tanah menjulang mengakibatkan properti tempat tinggal kebutuhan demikian mahal untuk dijangkau. Punya tanah, nggak gampang juga bikin rumah.

Mencoba KPR? Tidak mudah untuk lolos. Beberapa tahun lalu saya sempat ngajuin, belum rezeki. Dan sekarang kebiasaan pindah-pindah kantor juga sepertinya menyulitkan untuk bank menyetujui permohonan kami.

Impian saya sih, pengen nyiapin tanah sekitaran Depok atau Bogor. Lantas bikin rumah back to nature, berbahan bambu yang di-combine dengan beton untuk lantai dan pondasinya. Nggak mau ngajuin KPR, lama nyicilnya, euy. 

Metal yang belum dilapisi batuan alam (Foto: Elzam)

Susunan genteng metal yang sudah kering (Foto: Elzam)

Nah, impian saya masih tetap seperti itu. Kebetulan di kampung istri ada hutan bambu yang dimiliki almarhumah nenek-nya. Bisa banget dimanfaatkan. Namun impian saya ini sedikit terganggu, ketika kemarin bareng teman-teman blogger mengikuti Tour de Cibitung (Cikarang), meninjau lokasi Pabrik PT Tata Logam Lestari di beberapa tempat. Produk PT Tata Logam Lestari ini adalah genteng metal yang dilapisi butiran batu alam (Multi Roof, Sakura Roof dan Surya Roof). Kemudian produk atap lain berbahan metal semacam seng dengan aneka warna, bentuk dan ukuran. 


Pionir Genteng Logam Indonesia

Berdiri sejak 1994 sebagai pionir produsen genteng metal, PT Tata Logam Lestari cukup terpandang di kalangan konsumen. Kata salah satu direktur-nya, Bapak Setyadi Wihardjono, indikator genteng metal yang lolos quality control mereka harus berkontur sama atau homogen, rata dan tidak terburai ketika melewati tes benturan. Ketika ditekuk membentuk sudut pun, maka butiran batu alam yang melapisi metal genteng tidak terburai.

“Konsumen kami sudah tahu dan toko yang menyediakan biasa memberikan jaminan ini kepada calon konsumen ketika merekomendasikan,” ujar Pak Setyadi.

Pak Setyadi Widharjono yang sabar tapi antusias jawab A to Z genteng metal (Foto: Elzam)

Pengalaman yang menakjubkan, ketika kemarin saya dan teman-teman sesama blogger datang ke pabrik PT Tata Logam Lestari. Dikenalin batuan alam yang dipasok dari Kediri, Jawa Timur. Namanya batu rijang atau batu api yang dibentuk langsung oleh tangan Tuhan. Selanjutnya, batu-batu ukuran kecil ini diayak untuk mendapatkan ukuran tertentu. Misalnya dari grade 18 disaring menjadi grade 16 untuk hasil yang cocok secara estetika pada genteng metal dan kekuatan melekatnya. 

Batu rijang yang didatangkan dari Kediri (Foto: Elzam)

Kemudian nanti masih ada proses lain. Seperti dicampur dengan lem khusus serta pewarna, agar warna aslinya tetap stabil dan tahan puluhan tahun. Proses pengopenan sampai suhu maksimal 250 derajat celcius menjadi rangkaian terakhir. 

Total kemarin ada tiga pabrik yang khusus memproduksi genteng metal, yang kami kunjungi di lokasi berbeda. Tidak lupa, ditunjukkin juga perbandingan genteng metal dari tetangga sebelah dan buatan PT Tata Logam Lestari. Dijejerin di salah satu sudut halaman pabrik. Memang terlihat perbedaannya, dari sisi stabilnya warna, kekuatan metal yang tidak muda tertekuk, bocor, estetika penampilan dan kekuatan menahan beban. Bisa jadi banget, jam terbang sebagai pionir tadi dan quality control yang ketat membuat produk PT Tata Logam Lestari lebih dipertimbangkan konsumen.

Selain genteng metal, produksi lain dari PT Tata Logam Lestari adalah taso, yaitu rangka atau kaso metal yang lazim digunakan untuk perumahan dan bangunan era sekarang. Fungsinya menggantikan kayu yang mulai susah didapatkan dan mahal harganya. Lantas ada pula kolom metal instant.Ini dalam proses pembuatan rumah konvensional adalah tiang cor-an yang merupakan kombinasi koral dan semen yang dimasukkan ke dalam tiang cor (rangka besi). 


Kolom metal instan menggantikan fungsi tiang cor ini. Dan, seperti kita ketahui, baja merupakan logam antikarat yang teruji kekuatannya. Si mas guide, orang dalam PT Tata Logam Lestari kemarin, punten, saya lupa namanya memberikan bocoran. Kekuatan dari kolom metal instan dan taso diuji di Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mendapatkan intensitas menahan beban yang kuat dipakai puluhan tahun, tahan guncangan seperti gempa dan tentunya aman.



Tidak heran, jika penggunaan taso dan kolom metal instant ini telah lumrah dilakukan pengembang properti ataupun bangunan pribadi. Biasanya kita mendengar istilahnya, menggunakan rangka atap baja ringan.

Semua proses produksi bahan-bahan bangunan tadi dilalui ke-10 blogger secara maraton sampai menjelang sore, Rabu, 10 Mei 2017 lalu. Mas-mas dan mbak-mbak yang pinter-pinter sigap menjawab semua pertanyaan. Sepertinya sih, mereka tukang insinyur seperti Si Doel Anak Betawi, soalnya pintar banget ngomongin istilah-istilah yang bahkan saya baru sekali dengar. Jadi maklum, cerita di sini yang umum-umum aja. Faktor U---mur sepertinya telah menjangkiti. Tolong, dimaafken....

Well, PT Tata Logam Lestari sendiri punya misi menyediakan bahan bangunan berbasis metal yang ringan, kuat dan cepat. Dari kesemua produk mereka, yang terakhir inilah yang berkesan bagi saya. Mengusung brand “Domus”, PT Tata Logam Lestari menyediakan rumah permanen instant. Emejing-nya, rumah ini cukup dibuat dengan waktu lima hari saja. Gila, nggak?

Pembeli hanya diminta untuk membuat pondasi dan lantai. Selain itu, serahkan kepada PT Tata Logam Lestari untuk mewujudkan rumah impian. Jaminan kekuatannya ada pada penggunaan taso, kolom metal instant dan genteng produksi sendiri. Dindingnya pun menggunakan hebes, model batako ringan yang praktis dan cepat disusun dibandingkan menggunakan bata merah. Kedengarannya mahal, iya nggak?

Ternyata tidak. Pembeli bisa menghitung harga setiap tipe rumah di aplikasi play store android, yaitu Simantapp. Selain desain yang sudah disediakan, bisa juga memilih desain custom sesuai keinginan dengan harga sedikit berbeda jika memesan desain yang sudah fix dari PT Tata Logam Lestari. Harganya Rp 1.25 juta untuk rumah satu lantai dan Rp 1.5 juta untuk rumah dua lantai untuk pilihan rumah custom. Artinya, desain disesuaikan dengan keinginan buyer.

Berapa harga rumah yang sudah ditentukan sesuai tipe-tipe? Anda bisa pikirkan sendiri, murah atau mahal. Dari aplikasi Simantapp yang saya lihat, masing-masing tipe 21 (Rp 16. 415.000) tipe 30 (Rp 20.685.000, tipe 36 (Rp 22.699.000) dan tipe 45 (Rp 27.315.000). Dengan harga ini, lima hari setelah transaksi, rumah impian pun sudah terwujud. Dahsyat? Perumahan model Domus ini sudah menjangkau pengembang perumahan di Pekanbaru, kota-kota di Pulau Jawa dan daerah lain. Termasuk mereka yang meminta PT Tata Logam Lestari membuatkan untuk rumah pribadi.


Domus menjadi inovasi revolusioner PT Tata Logam Lestari (Foto: Elzam)
Nah, Domus inilah yang membuat saya mikir lagi, nih. Bikin rumah tradisional atau rumah modern berkonsep Domus. Kemarin sih, tertarik, begitu melihat seperti apa jadinya rumah contoh yang diperlihatkan PT Tata Logam Lestari. Tidak jauh dari pabrik yang mereka punya. 

Bisa jadi nih, buat jalan tengahnya. Nanti bikin rumah inti dengan paket Domus. Kemudian untuk tambahannya sesuai ekspektasi saya pribadi, rumah bernuansa tradisional yang membuat kita berasa di kampung.

Jadi klop, rumah cantik modern-tradisional yang murah tapi berkelas. Sekarang lanjut dulu nabungnya, biar cepat direalisasikan. Aaamin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hayuk-hayuk, kumen di sini biar saya tahu respon Anda di sajian ala kadar KecekAmbo, ukeh, ukeh... :-D

Bonusnya, ntar saya balik silaturahim, Insya Allah... ;-)