tentang

Selasa, April 19, 2016

7 Street Food Bogor yang Patut Dijajal!

Berpikir tentang bogor, saya langsung teringat dengan riuh rendah khas ini. Kota penopang Jakarta yang dikenal dengan Kota Hujan. Paling suka dari Bogor adalah suasananya yang cukup hijau sehingga segar dipandang mata. Apalagi view sungai-sungainya yang berair cukup bersih dibandingkan dengan Jakarta. Kalo jalan ke Bogor, maka saya selalu ingat dengan Kota Curup, kota kelahiran saya nun jauh di Bengkulu. Suasananya hampir-hampir mirip. Bersih, tenang, hijau, dan adem. 

Okay, sekarang saya cuma mau membahas beberapa spot kuliner legendaris di Bogor. Lebih khusus, street food alias kuliner kaki lima. Kuliner Bogor pas di lidah saya. Suka banget dengan toge goreng dan tentunya asinan. Cuma yang sedikit tidak berkenan dengan selera saya sih soto bogor yang pake risoles kecil-kecil itu. Nggak tahu kenapa, saya mencoba beberapa kali, tetap saja nggak suka. Yah, ini soal selera juga kali. 

Nah, ini tujuh kuliner yang patut dicoba jika melipir ke Bogor. 

1. SOTO BENING PAK IJUH
Alamat            :  Jalan Pengadilan, Pasar Anyar, Bogor
Telp                 :
Jam buka         : 6.00-12 WIB (siang)
Harga              : +  7.000-14.000 IDR
Menu               : soto bening dan sate sapi.

Jajanan kali lima bertaburan siap memanjakan pecinta kuliner di kota ini. Soto Bening Mang Ijuh adalah satu dari sekian banyak food street yang digemari warga Bogor. Pembelinya bahkan orang luar Bogor yang khusus datang untuk berburu santapan lezat khas Kota Hujan. Anda cukup berjalan kaki dari Stasiun Bogor ke arah Pasar Anyar menuju warung tenda kaki Pak Ijuh. Berada di tempat super ramai dan sibuk di pusat grosir sepatu, sendal, bahan kain, baju, dan lainnya (Pasar Anyar) soto bening Pak Ijuh cukup sederhana. Di emperan dengan gerobak seadanya.   

Keistimewaan soto Pak Ijuh terdapat pada rahasia rempah berupa pala, cengkeh, kayu manis, dan kapulaga segar. Seperti namanya, soto tersebut berkuah bening dari sebuah dandang yang terus mendidih. Rasanya sangat pekat dengan sedapnya bumbu dan terasa hangat di tenggorokan. Kaldunya menjadi makin lezat karena daging dan tetelan yang semakin empuk karena kompor yang selalu stand-by agar kuah tetap panas. Aromanya menguar memenuhi udara memancing banyak orang mendekat.  Untuk isian, Anda bisa memilih daging, paruh, atau kulit/kikil.

Pemilik warung yang tersohor ini adalah Pak Ijuh, yang setia melayani pegawai kantoran, ibu-ibu pedagang-pembeli di Pasar Anyar, dan warga lain. Tempat yang sempit tidak menyurutkan pembeli untuk batal antri demi mencicipi soto bening yang beroperasi puluhan tahun lalu tersebut. Namun terakhir, usaha berjualan soto tersebut dikelola istri dan anak-anaknya dari pagi hingga siang. Setiap hari beliau bisa menghabiskan dagiang beserta jeroan 50 kg dengan beras 30 liter. Cukup banyak, untuk usaha skala kaki lima yang sederhana. Soto Pak Ijuh uniknya tak hanya bisa dimakan di tempat, tapi juga bisa menjadi oleh-oleh karena tahan sampai empat hari. Biasanya akan dikemas terpisah antara kuah dan daging sebagai isi.

Saat menyantapnya dengan nasi putih, jangan lupakan emping, irisan jerus nipis,  bumbu kacang, dan sambal yang tersedia di meja. Rasa lezatnya akan semakin sempurna! Anda juga dapat menambahkan kecap manis asli buatan Bogor. Oh ya, variasi menu selain soto, Pak Ijuh menyediakan sate daging dengan bumbu kacang yang bisa menjadi pilihan untuk dicampurkan pembeli saat menyantap soto. Dikenal sebagai penjual soto kaki lima yang lezat, tak jarang soto jalanan ini naik kelas melayani pesanan acara seperti pernikahan, ulangtahun, atau syukuran. Kalau sudah begini, memang, slogan ‘rasa tak pernah bohong’ ada benarnya.

2. WARUNG SOTO KUNING PA’ YUSUP
Alamat            :  Jalan Suryakencana Gang Aut, Bogor
Telp                 : 0877-70279585/0813-81989393
Jam buka         : 08.00-15.00 WIB
Harga              : +  10.000-30.000 IDR (bellow)
Menu               : soto kuning

Bicara soto kuning kali lima identik dengan Warung Soto Kuning Pa’ Yusup (perhatikan ejaan nama, Pa’ Yusup bukan Yusuf, karena banyak nama yang nyaris serupa). Lokasinya berada di Jalan Suryakencana Gang Aut, salah satu icon  street food legendaris yang dimiliki Bogor. Tepatnya di depan Bank BCA. Seperti namanya Soto Kuning, warna kuning didapatkan dari kunyit sebagai pewarna alami ditambah rempah lain  yang menimbulkan cita rasa menggugah selera. Soto kuning Pak Yusup ini berbahan dasar santan pekat yang gurih. Rasa soto ini tidak jarang disandingkan dengan cita rasa hotel bintang lima, karena citarasanya yang tak diragukan lagi bagi warga Bogor dan pemburu kuliner enak.

Soto kuning Pak Yusuf sudah lama menjadi kesukaan pelanggannya. Bisa dibayangkan, sekarang ini kuliner kaki lima tersebut dikelola oleh generasi ketiga dari perintisnya. Rasanya yang seakan jaminan bagi lidah membuat warung gerobakan ala kadarnya ini mampu bertahan dari gempuran tempat makan lain di Bogor yang menjamur.  Setiap hari motor dan mobil pelanggan memadati tempat parkir. Pemandangan akan bertambah berjubel jika memasuki weekend, karena banyak pembeli dari luar Bogor yang sengaja mencari soto racikan Pak Yusup.

Kuliner andalan Kota Bogor ini mencolok terhidang dengan tumpukan daging di atas daun pisang. Pembeli bisa memilih sendiri. Baik yang sudah digoreng atau yang dibumbui kuning. Harganya dihitung sesuai berapa banyak potong yang Anda makan. Pilihannya selain daging, terdapat pula kikil, usus, lidah, limpa, otak, dan bagian lainnya.
pilihan daging sebagai isian soto (www.theatmojo.com)

3. LAKSA GANG AUT
Alamat            : Jalan Suryakencana Gang Aut, Bogor
Telp                 : 087870251399
Jam buka         :  6.30-14.00 WIB (sampai habis)
Harga              : +  10.000  IDR
Menu               : Laksa

Laksa. Jenis makanan tradisional yang jarang mulai jarang ditemukan. Tradisi melayu juga memiliki kuliner bernama laksa ini,. Anda bisa menemukannya di daerah Riau, Palembang, atau Jambi. Laksa juga dikenal oleh masyarakat Betawi. Lain Melayu, lain Betawi, lain pula Sunda. Di Bogor, laksa menggunakan oncom halus sebagai bumbu. Oncom ditambahkan untuk memberikan rasa gurih, pengental kuah yang sekaligus akan meninggalkan sensasi lembut di lidah. Tidak berlebihan, karena oncom memang menjadi salah satu bahan makanan khas tradisi sunda. Bukan udang rebon atau ebi seperti biasanya jika menikmati laksa di daerah lain. Nah, jika Anda ingin menikmati laksa khas Bogor, lagi-lagi Gang Aut menjadi tempat yang recomended.

Warungnya mudah ditemui dengan pemilik Pak Wahyu. Laksa buatan Pak Wahyu bukan sembarang laksa, kuahnya bukan dari santan seperti biasanya, tapi kelapa yang direbus cukup lama. Resep ini akan meninggalkan serpihan parutan kelapa yang gurih dan wangi. Sajian Laksa Gang Aut terdiri dari ketupat, tahu, telur rebus, suwiran ayam, bihun, dan tauge. Supaya bertambah segar ditambahkan daun kemangi. Di dalam mangkok, kemudian akan disiram kuah kuning yang kental bercampur dengan . Cita rasa laksa Gang Aut ini benar-benar original, karena racikan oncom dan kelapa ala Pak Wahyu. Setiap bahan akan membuat mulut tak bisa berhenti menyuap. Kegurihannya semakin sempurna karena untuk menambah rasa dan sensasi krenyes, pelengkap terakhir adalah taburan kelapa sangrai atau serundeng.

Setiap harinya Laksa Gang Aut tak pernah sepi pembeli. Tempatnya yang berupa kedai sederhana dari bambu membuat makanan ini benar-benar menjadi icon kuliner tradisional. Apalagi di Bogor, penjual laksa terbilang langka. Berbeda dengan soto mie bogor, tauge goreng atau asinan bogor. Anda tidak patut mengabaikan laksa buatan Pak Wahyu ini jika berkunjung ke Bogor. Jangan lupa untuk tidak datang terlalu siang, karena kans menikmati laksa akan semakin tipis karena habis. Atau berminat mem-booking Pak Wahyu agar acara Anda semakin menjadi istimewa dengan hidangan yang  laksa buatannya? Anda tinggal menghubunginya, karena beliau terbiasa menerima pesanan dalam jumlah banyak untuk berbagai acara.

4.  SOTO BOGOR PAK SALAM
Alamat            : Jalan Siliwangi (seberang Bank Mandiri), Bogor
Telp                 : -
Jam buka         :    WIB (sampai habis)
Harga              : +   IDR
Menu               : soto kuning

Hati-hati menyantap soto kuning di Warung Soto Bogor Pa’ Salam. Anda bisa jatuh cinta dan akan menjadi pelanggan tetap seperti pembeli lainnya. Soto bogor Pak Salam merupakan satu dari sekian banyak soto bogor legendaris yang dimiliki kota hujan  tersebut.  Buka Pukul 16.00 sore, acapkali dua jam kemudian soto bogor Pak Salam ludes. Seberapa lezat sih soto Pak Salam?

Warung tenda biru mencoloknya tak mampu memuat semua pembeli. Jika weekend banyak pembeli luar Bogor ikut heboh mencari tempat dan memilih aneka potongan isian soto. Kursi merah tersusun rapi dengan pengunjung yang asyik menikmati soto bogor hangat yang juga sering didatangi selebrits dan para tokoh. Lokasinya di pinggir Jalan Siliwangi, setelah perempatan Jalan Suryakencana-Gang Aut. Nama Pak Salam sudah menjadi identitas kelezatan soto kuning khas Bogor. Setidaknya ciri fenomenal soto beliau adalah  kuah santan yang tidak begitu berlemak namun tetap mempertahankan raga gurih lemak itu sendiri. Bingung kan? Kemudian dua varian isian (daging sapi dan jeroan) yang sudah digoreng atau direbus saja. Pemiliknya adalah Pak Iwan Setiawan, generasi kedua Pak Salam.
Rasa soto bogor dominan dengan bumbu kunyit yang sekaligus menjadikan warna kuahnya kuning menggoda. Selain daging, pembeli bisa memilih jeroan seperti usus, paru, empal, otak, lidah, babat, kikil, bahkan urat. Tergantung selera. Tapi jangan kebablasan,  khawatir perut Anda tidak mampu  menampungnya. Lagipula jumlah  potongan daging dan jeroan yang Anda masukkan ke mangkok akan mempengaruhi seberapa banyak kocek yang harus dibayar.

Lucunya, pemilik soto ini kerap melontarkan candaan semacam  istilah dengan arti khusus. ‘Masih indah-indah’  artinya daging dan jeroan masih tersedia banyak, ‘indahnya cuaca hari ini’ mengungkapkan kekecewaan karena habis. Jika mempersilakan pembeli memilih isian soto Pak Iwan akan menyebutkan, “Mangga disetel.” Dan sederet istilah lain yang  hanya diketahui maksudnya jika Anda benar-benar telah menjadi pelanggan setia Pak Iwan.

Warung Soto Bogor Pak Salam tak hanya menyediakan soto bogor. Anda dapat mencicipi menu lain yang  juga tersedia dan tak kalah yummy. Silakan pilih antara sate kentang manis, sate jengkol manis, emping jengkol, atau perkedel. Menikmatinya dengan sate bogor pun sah-sah  saja. Jadi Anda tidak perlu didera rasa penasaran sekembalinya dari warung soto tersebut.

5. TOGE GORENG IBU EVON
Alamat            : Jalan Suryakencana Gang Besi (belakang Bank CIMB Niaga), Bogor
Telp                 : 085693489846
Jam buka         :   7.00-15.00 WIB (sampai habis)
Harga              : +  8000  IDR
Menu               : toge goreng

Makanan khas kaki lima yang tak kalah populer dan banyak digandrungi masyarakat Jabodetabek adalah toge goreng. Sangat mudah menemukannya. Apalagi jika malam, penjaja taoge goreng mudah ditemui di stasiun, pinggir jalan, atau penjaja keliling. Lantas ada apa dengan toge goreng Ibu Evon? Anda harus menjadi bagian dari pecinta kuliner yang pernah mencicipi toge goreng Ibu Evon jika berada di Bogor. Lidah warga Bogor biasa menyebut Ibu Evon dengan berbagai dialek, Mak Ivon, Mak Empon, Mak Evon, atau Ibu Evon seperti yang terpampang di spanduk warungnya. Semuanya benar, jadi Anda tidak perlu bingung jika nanti bertanya.

Menggunakan api kayu bakar, citarasa toge goreng Ibu Evon menimbulkan aroma yang unik. Anda seperti diajak menjelajah sejarah kuliner khas zaman nenek kita dahulu yang mengandalkan perapian kayu. Ibu Evon terus mempertahankan bahan bakar kayu demi menjaga agar masakannya tidak berubah citarasa dan aroma. Dibuka dari pagi hingga sore hari, Ibu Evon sepanjang waktu dibantu anak dan menantunya setia melayani pelanggan.

Sebenarnya toge goreng tidak bisa disebut toge goreng. Alih-alih digoreng, toge direbus dengan air dalam belanga tradisional. Kemudian dicampur irisan tahu, kupat tahu, dan mie kuning. Langkah terakhir adalah mengguyur semua bahan dengan bumbu berbahan dasar oncom dan tauco. Tampaknya inilah rahasia kelezatan toge goreng Ibu Evon yang legendaris. Tidak tanggung-tanggung, sama seperti penjual kuliner lain yang dicintai dengan kesetiaan penuh sang pelanggan. Berpuluh-puluh tahun Ibu Evon telah melakoni usahanya tersebut.

Bagi Ibu Evon, makanan yang terbilang sederhana ini sudah memiliki pengemar fanatik tersendiri. Sebuah gentong tanah liat besar berisi bumbu unik seakan menyimpan rahasia tersendiri, mengapa toge goreng Ibu Evon begitu maknyuus....

Saat weekend pembeli akan membludak, sabar menunggu tangan terampil Mak Ivon dan ‘karyawan’. Anda akan melihat serombongan anak muda atau boyongan keluarga bercengkerama sambil sesekali memerhatikan proses memasak toge goreng ala Ibu Evon. Sebagian lagi lahap menikmati sajian kecoklatan dengan lelehan kecap manis dalam piring. Penyuka pedas bisa menambahkannya dengan sambal yang akan membuat toge goreng semakin hot. Super delicious, rasanya campuran antara asem-manis-gurih yang menyegarkan. Soal harga, Anda tidak perlu khawatir akan menguras kocek. Sungguh, sajian makanan murah ala kaki lima yang tidak murahan.

6. ASINAN JAGUNG BAKAR RIDO GANG RODA
Alamat            : Jalan Suryakencana Gang Roda, Bogor
Telp                 : -
Jam buka         :   09.00-17.30 WIB (sampai habis)
Harga              : + 8.000  IDR
Menu               : jagung bakar

Asinan jagung,  dibakar pula? Memang tidak biasa, tapi eksistensinya yang tak pernah kehilangan pelanggan, cukup untuk Anda memberi cap kuliner (lagi-lagi) khas Bogor ini dikategorikan istimewa dan wajib cicip. Adalah Rido yang  pemilik usaha street food tersebut, yang mendapat warisan usaha dari pencipta resep sekaligus perintis bernama Bang Sabur. Yang tak lain ayahnya.  Konon, ayahnya telah menjadi pedagang asinan jagung bakar sejak tahun 1968 silam. 

Sesuai namanya, asinan jagung bakar dibuat dari jagung manis yang dibakar terlebih dulu. Aromanya jagung akan semakin menantang dan ‘keluar’ jika dibakar. Tahap selanjutnya jagung yang udah dipisahkan dari bonggolnya diberi kuah cuka berbumbu cabe segar yang digiling kasar plus gula pasir. Rasanya campur aduk tapi nikmat! Paduan kesegaran  yang manis, asam, sekaligus pedas bercampur di lidah. Apalagi begitu kuah yang sudah beraroma jagung diseruput. Sluuurph.... Asli bikin ketagihan. Supaya lebih rame dan nendang, pembeli bisa mencampur asinan dengan kerupuk mie dan irisan mentimun.  Kerupuk akan  tenggelam karena dibanjiri kuah asinan. Coba nikmati sebelum kerupuk benar-benar lembek untuk mendapatkan sensasi krenyes  kerupuk.  

“Cukanya pakai cuka biang dan cuka aren, jadi asem sekaligus wangi,” ujar Rido yang piawai meracik asinan jagung bakar karena terbiasa  menemani ayahnya semasa masih hidup berjualan.   Gerobak Rido bisa ditemui sepanjang hari, dari pukul 09.00-17.30 WIB. Bagi Anda yang ingin menjadikan asinan jagung bakar sebagai oleh-oleh, Rido menyiapkan jagung yang sudah dibakar dalam plastik dengan kuah yang terpisah.

7.  ASINAN  BUAH DAN SAYUR PAK WAWAN
Alamat            : Jalan Kapten Muslihat, Taman Topi, Bogor
Telp                 : -
Jam buka         :   09.00-17.00 WIB (sampai habis)
Harga              : +  13.000 IDR
Menu               : asinan buah, asinan sayur, rujak buah

Deretan toples besar berjejer rapi dalam gerobak di salah satu pusat keramaian Kota Bogor, yakni Taman Topi. Sangat gampang menemukannya, karena berdampingan dengan Stasiun Bogor. Toples-toples ini berisi aneka asinan buah dan sayur yang dijajakan Pak Wawan setiap hari. Namun jangan menganggap enteng pendapatan Pak Wawan yang  menjual asinan bogor dengan tampilan sederhana khas kaki lima. Dalam sehari, beliau bisa mendapatkan tidak kurang dari sejuta rupiah.

Asinan buah Pak Wawan sudah dikenal masyarakat luas, tidak heran dirinya juga memiliki pelanggan tetap. Rasa asinan buatan Pak Wawan  tidak kalah enak dengan buatan penjual lain yang sudah mapan dan punya nama. Menurutnya kunci yang selalu dipertahankannya adalah selalu menggunakan buah yang masih segar plus cabai yang juga harus segar. Tidak heran, usahanya tetap bertahan sejak tahun 1985 ketika awal-awal menjual asinan di Taman Topi. “Sebelumnya saya jual buah potong. Masih asongan dan naik turun bus untuk menawarkan dagangan,” kenangnya.

Asinan buah Pak Wawan terdiri dari potongan aneka buah lokal seperti bengkuang, pepaya, mangga, kedondong, jambu air, nenas, pala, dan buah lainnya. Asinan ini dinikmati berikut dengan kuah asam yang terbuat dari air cuka dan cabe. Warna merah beningnya membuat air lius menetes, apalagi saat siang ketika cuaca Bogor sedang terik ditambah lalu lalang orang.  Agar lebih renyah, ditambahkan juga kacang tanah yang membuat asinan akan menjadi lebih kaya rasa. Tidak lupa adalah peran kerupuk kuning yang melengkapi asinan tersebut menjadi lebih nikmat dan menyegarkan. Selain asinan buah, asinan  sayur juga menggunakan kuah berbahan sama. Sayur yang digunakan adalah  sawi asin, daun antanan, toge, kol, wortel, ubi jalar merah, dan kacang tanah. Buah dan  sayuran harus direndam dalam  kuah  kurang lebih 12 jam sampai meresap.

Buat Anda yang ingin mendapatkan rasa yang lebih segar, sebaiknya membeli untuk dibawa pulang. Simpan terlebih dulu di kulkas. Begitu dingin, ehm... rasanya akan semakin mantap.
Nah, kuliner mana yang sudah pernah Anda jajal? Bolehlah share di mari komentar lidahnya. [Elzam]   

Note: Fotonya nyusul ya di update berikut, koneksi lagi lemot banget buat unggah picture. I'm so sorry.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hayuk-hayuk, kumen di sini biar saya tahu respon Anda di sajian ala kadar KecekAmbo, ukeh, ukeh... :-D

Bonusnya, ntar saya balik silaturahim, Insya Allah... ;-)