![]() |
Sumber: www.yeaharip.com |
Tentu kamu familiar dengan
profesi supir angkot dalam kehidupan sehari-hari. Pernahkah kamu berpikir di
balik kesederhanaan profesi ini, tersimpan filosopi hidup yang wajib kamu
terapkan dalam hidup. Apa saja pelajaran yang tak bisa diremehkan, karena
ternyata menyimpan pelajaran berharga untuk kita tersebut? Sangat penting untuk
membedahnya. Dan yang paling penting, kamu bisa memulainya begitu usai membaca.
1. Fokus pada Tujuan yang Ingin
Kamu Capai
Kamu akan berhasil mencapai
tujuan hidupmu, jika kamu fokus dengan apa yang dilakukannya saat ini. Apapun
yang dilakukan supir angkot, tujuannya tetap ke suatu tempat yang diinginkan
penumpang, bukan? Demi tujuan itu mereka fokus
menghadapi dan mengatasi hujan deras, macet, risiko kecelakaan atau
razia polisi. Nah, kamu bisa menirunya. Lakukanlah semua hal demi mewujudkan
satu tujuan akhir seperti halnya supir angkot.
2. Kunci Kepercayaan Orang Lain
adalah Jujur
Mendapatkan kepercayaan itu
sesederhana kamu berlaku jujur. Pasti senang dan tidak segan dong, jadi
penumpang setia supir angkot yang jujur mengambil ongkos sesuai tarif. Pernah
melihat supir angkot mengambil ongkos seenak perut yang berujung penumpang ngedumel? Itulah pentingnya bersikap
jujur untuk mendapatkan kepercayaan.
3. Hidup itu untuk Melayani Sesama
Kamu bisa belajar arti filosofi
hidup itu untuk melayani sesama
melalui profesi supir angkot. Tidak percaya? Mereka siap sedia dengan pelayanan
mengantar yang dapat diandalkan, ketika aktivitas kamu menuntut bepergian ke
suatu tempat. Kebayang dong, betapa bermanfaatnya angkot. Sementara kamu tak
punya kendaraan pribadi dan tidak bisa mendapatkan transportasi umum lain.
4. Bersabar dengan Setiap Ujian
Merasa tak kuat menjalani hidup
dengan beban hidupmu bertumpuk? Kayaknya kamu perlu menerapkan sikap yang terdengar klise. Bersabar dengan setiap ujian. Supir angkot jagonya, dalam
urusan menahan kesabaran. Sabar
ngetem untuk menunggu penumpang penuh. Sabar didera panas dan kebisingan ketika
macet. Sabar pulang larut malam demi mengejar setoran. Sabar selalu berujung
manis, ketika kamu menjalani ketidaknyaman hidup dengan ikhlas.
5. Alon-alon Asal Kelakon
Filosopi njawani ini sadar atau tidak, dipraktikkan oleh supir angkot yang
berorientasi jauh ke depan. Alon-alon
asal kelakon yang bearti pelan-pelan asalkan
tujuan tercapai. Mereka memilih mengemudikan angkot pelan-pelan asalkan
bisa mengantar penumpang dengan selamat. Alon-alon
asal kelakon juga terbukti membuat rezeki supir angkot bertambah, karena
lebih jeli melihat peluang penumpang di kanan-kiri jalan. Penumpang pun tidak
was-was dengan risiko kecelakaan yang mengancam keselamatan. Nah, kamu perlu pelan-pelan, step by step melakukan suatu pekerjaan
tanpa terburu-buru. Hasil maksimal pasti menunggumu!
6. Aturan Dibuat untuk Menciptakan
Harmoni
Penuh kesadaran mematuhi
rambu-rambu lalu lintas, tidak ugal-ugalan nyetir, surat-surat lengkap dan
tidak ngetem sembarangan adalah
sebagian aturan di jalan. Jika tidak ingin lalu lintas kacau, lantas membuat
kenyamanan pengguna jalan lain terganggu. Setiap aturan dimaksudkan untuk
menciptakan harmoni di masyarakat. Nah, kamu akan menemukan harmoni yang indah
di manapun berada. Hanya, jika memiliki kesadaran untuk menaati aturan yang
berlaku.
7. Perlakukan Semua Orang dengan
Sama
Kunci etika manusiawi yang baik
adalah ketika kamu memperlakukan semua orang sama tanpa memandang latar
belakang. Ini jadi etos supir angkot dengan tidak memilih-milih penumpang. Tua-muda,
kaya-miskin, pria-wanita, mahasiswa atau bukan, semua diangkut. Sudah bukan
zamannya berpikir primitif memandang manusia di luar kita. Misalnya, bersikap
dengan pertimbangan SARA (suku, agama dan ras) yang ujung-ujungnya berbuah
pertikaian. Ini sangat relevan agar dunia yang kita tempati ini damai dan
indah.
8. Rutinitas Bukan Bearti Hidupmu Membosankan
Banyak orang terjebak kebosanan,
karena menjalani rutinitas. Mereka stress, gampang marah, bahkan tidak bisa
menerimanya. Kamu satu di antaranya? Kendalikan rutinitasmu dengan kreatif
layaknya supir angkot. Buang rasa bosan dan ganti dengan mood yang baik. Supir angkot membuang jenuh seharian di balik setir lewat mendengar musik
atau radio, ngobrol dengan penumpang,
membaca koran saat ngetem, saling
menyapa sesama supir angkot dan sederet kiat lain.
9. Berbagi Rezeki itu Penting
Jiwa sosial supir angkot patut
diacungi jempol. Mereka rela berbagi rezeki dengan kenek, polisi cepek atau
pedagang asongan. Bahkan dengan pengamen yang mengais recehan dari penumpang
angkot. Terlepas ada aturan yang melarang mengamen di jalanan, ya! Supir angkot
sama sekali tidak berniat menghambat rezeki orang lain. Kamu harus malu dengan
supir angkot. Jika berlaku curang dan sikut sana-sini demi keuntungan sendiri. Please, jangan ‘menutup’ pintu rezeki orang
lain.
10. Hidup
Tak Melulu Lurus, Penuh Lika-liku
Mustahil mengharapkan hidup
yang lurus, karena lika-liku justru membuat hidup semakin dinamis. Semua harus
dihadapi, ketika sedang susah atau senang, lapang atau sempit, mendapati
masalah atau tidak. Supir angkot percaya seratus persen, untuk sampai ke
tujuan, jalan yang dilalui berlika-liku, naik-turun dan bergelombang. Kamu
harus menikmati semua proses dalam hidup yang digariskan Tuhan.
11. Sejauh
Apapun Kamu Pergi, Rumah adalah Tempat Kembali.
Jalani hidupmu sejauh apapun
yang kamu mau. Temui setiap orang, peluang, dan ikhtiar kesuksesan di dunia
luar sana. Seperti halnya supir angkot yang menghabiskan sebagian besar waktu
di tengah kerasnya jalanan. Tapi kamu perlu ingat. Sejauh apapun kamu pergi,
rumah adalah tempat kembali. Temukan arti hidup dengan orang-orang tercinta
bernama keluarga.
Nah, kamu siap
membuat kualitas hidup semakin membaik setelah ini?