tentang

Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Rabu, Januari 04, 2012

Cinta Semesta


Kemasi anganmu di sini
Pilah sampai kau lupa
Lalu pinta Tuhan menghapusnya

Sebenar-benar cinta
tetap yang apa adanya
Menabur benih, menuai harga

Begitulah yang mesti kau percaya
Cinta Semesta
[Elzam/gambar dari http://galuhsekarini.blogspot.com]

**Ehm, kangen pada blog ini. Kutulis ia sebuah sekejap puisi untuk menuntaskannya**

Jumat, Februari 25, 2011

Nanti, Suatu Saat

Janji pada angin
kau juga bisa melayang

Mimpi adalah terbang melihat kau di bumi
mengaca; kau tak putus berjuang
dan kecilmu membesar sudah
[Elzam]

gambar dari http://gubuk-biru.blogspot.com

**Minimal kita berkata-kata dalam hati, menancapkan tekad di hati, meski belum melakukannya**

Kamis, Januari 13, 2011

Tak Pantas



Sekarang tentang cinta di bumi ini
Ketika mata terlelap, ia menatapmu
Ketika terbuka, ia menyapamu

Pantaskah mewujud harap kosong
pada siapasiapa yang tak membuat hidupmu nyata

Tentang cinta, bukankah kau yang menegaskan
Ketika sumpah di depan Rabb merajah bumi

Sekarang
Cinta tentang siapapun yang membuat hidupmu berwarna terang
Ikhlaskan, harap lalu yang tak pantas mendapat tempat
Karena cinta butuh jalan lurus
[Elzam]

**Untuk menyemangati teman yang bercerita di akun FB-nya**

Selasa, Oktober 19, 2010

ENGKAU, KEKASIH YANG ALLAH KARUNIAKAN UNTUKKU



Katakata hati membumi tentangmu
meski pernah atau seringkali senyap di lisan

Kubenamkan semua untuk merengkuhmu saja
Tentang rumah cinta kita
;Harapan, kegembiraan, dan kasih sayang
Meski lelah, aku akan tetap bangkit

Dan maklumi caraku menuangkan katakata
Juga melukis engkau dalam detikdetik bertahun (hingga nanti)

Untuk aku, engkau, dan anak-anak yang kita lahirkan
Di dalam suasana terindah
Di dalam suasana terburuk
Kubangun jejakjejak menerjemahkan cinta kepadamu
Engkau, kekasih yang Allah karuniakan untukku

[Elzam, Jakarta 15 Oktober 2010]

** :-) My Honey, istriku :-)
Di hari lahirmu, kupanjatkan doa semoga Allah memberkahi umurmu yang telah berlalu, menjadikannya amal, menyiapkan kebahagian, dan kekuatan untuk membuatmu berarti selama hidup di dunia, aamin.**

Kamis, September 30, 2010

Harap


dan musim terus berganti, hujan menitik.
kau, masihkah melewatinya
tanpa beda...

[Gambar diambil dari http://rumaishaali.blogspot.com]


**di antara mata yang perih menatap monitor kompie ini**

Rabu, September 29, 2010

detak-detak kata

aku tebarkan detakdetak berwujud kata-kata
hingga kau genggam atau kau hempas
tak pernah ada batas
siapa dan apa

[Gambar: "Sawah dan Pondok @Sukabumi" koleksi pribadi]
**kau membuatku berpikir, berpikir, tentang, ah....**

Selasa, September 21, 2010

LUPAKANLAH! (Sakti Wibowo)



... tak ada yang lebih pasti dari ketidakpastian, kata pagi yang setia datang sebelum sarapan.
Jadi tak perlu membingkai masa lalu atau memindai masa depan.
Jika bukan kenangan, maka itu hanyalah angan-angan.

... jalani saja, apa adanya!

Sepotong pagi yang tersaji di gelas kopimu, biarkan seperti itu.
Taburkan gula jika kau punya, tambahkan cream jika kau mau.
Tak perlu memuji apa pun, tak usah memaki siapa pun.

... nikmati saja, apa adanya!

Tak usah diingat part-part yang sudah lewat.
Jika ada "buruk" yang terlanjur tercatat, maafkanlah.
Jika ada "indah" yang sempat terlibat, lupakanlah!

... arifi saja! Jangan bilang tak mudah!

Hanya butuh sesaat untuk lewat,
sejenak ingat,
kemudian kembali semula:
"Kita bukan siapa-siapa!"

**Sebenarnya saya berniat menghindari postingan blog yang bukan tulisan saya alias "meng-copy paste" begitu. Baik dengan menyebut nama penulisnya, apalagi tidak sama sekali alias memplagiat. Tapi saya suka banget puisi Sakti yang saya temukan di FB-nya ini. Thanks juga untuk Lingga yg membuat saya menemukan puisi ini**

Jumat, Mei 21, 2010

Rahasia yang Tak Terungkap



Apapun yang kau dengar dan katakan (tentang Cinta),
Itu semua hanyalah kulit.
Sebab, inti dari Cinta adalah sebuah
rahasia yang tak terungkapkan.

(Jalaluddin Rumi)

Rabu, Maret 10, 2010

Tawa Tangis Gila

Bahkan, pada setiap kepahitan kita akan tertawa.
Menertawakan penat diri yang tak lagi membuncah lelah.
Ya, tawa itu adalah puncaknya...
menjadi gila

Merongrong hidup sampai busuk kau dibuatnya
Maka sebodoh itukah kau menjadi keledai?
Mengikis ketegaran sampai patah

Lalu besok kau akan menangis
Berulang
Tawa; tangis
Tangis; tawa
Tawa
Tangis

Mati.


[Elzam Zami]

Minggu, Februari 21, 2010

Kusampaikan kata berbaris rapi menghadapmu.

Kusampaikan kata berbaris rapi menghadapmu.
Sepertinya diam, tapi gegas di hati.
Menghamparkan semua harap
aku percaya padamu saja

dan bila dihantamkan aku pada pilu pahit
kuambil penawarnya darimu
Lalu luka menguap suka
Padamu, bersama adalah belajar
menghapal bahwa hidup adalah tentang bertahan.

jadilah bara yang membakarku
gelegakkan buncah cahaya
sampai terang jiwa

padamu, aku lakukan juga.

Utan Kayu, 00:43/21.02.2010

[Elzam Zami]