Menjelajah semua ruang. pada kesempitan makna yang kadang tak pernah kupahami. Lalu meluas, mencampakkanku pada kekerdilan diri. Dan aku tetap si sini, dalam takjub keinginan.
tentang
- AboutBengkulu (2)
- Buku Karyaku (5)
- CERPEN (10)
- Dari Luar (2)
- INSPIRING (2)
- Kuliner (1)
- Literasi dan sastra (1)
- LITERASIdanSASTRA (3)
- Novel (1)
- PUISI (10)
- RAGAM (22)
- RESENSI (5)
- REVIEW (14)
- TENTANG CINTA (5)
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Rabu, Januari 04, 2012
Cinta Semesta
Kemasi anganmu di sini
Pilah sampai kau lupa
Lalu pinta Tuhan menghapusnya
Sebenar-benar cinta
tetap yang apa adanya
Menabur benih, menuai harga
Begitulah yang mesti kau percaya
Cinta Semesta
[Elzam/gambar dari http://galuhsekarini.blogspot.com]
**Ehm, kangen pada blog ini. Kutulis ia sebuah sekejap puisi untuk menuntaskannya**
Jumat, Februari 25, 2011
Nanti, Suatu Saat
Janji pada angin
kau juga bisa melayang
Mimpi adalah terbang melihat kau di bumi
mengaca; kau tak putus berjuang
dan kecilmu membesar sudah
[Elzam]
[Elzam]
gambar dari http://gubuk-biru.blogspot.com
**Minimal kita berkata-kata dalam hati, menancapkan tekad di hati, meski belum melakukannya**
Kamis, Januari 13, 2011
Tak Pantas

Sekarang tentang cinta di bumi ini
Ketika mata terlelap, ia menatapmu
Ketika terbuka, ia menyapamu
Pantaskah mewujud harap kosong
pada siapasiapa yang tak membuat hidupmu nyata
Tentang cinta, bukankah kau yang menegaskan
Ketika sumpah di depan Rabb merajah bumi
Sekarang
Cinta tentang siapapun yang membuat hidupmu berwarna terang
Ikhlaskan, harap lalu yang tak pantas mendapat tempat
Karena cinta butuh jalan lurus
[Elzam]
**Untuk menyemangati teman yang bercerita di akun FB-nya**
Selasa, Oktober 19, 2010
ENGKAU, KEKASIH YANG ALLAH KARUNIAKAN UNTUKKU

Katakata hati membumi tentangmu
meski pernah atau seringkali senyap di lisan
Kubenamkan semua untuk merengkuhmu saja
Tentang rumah cinta kita
;Harapan, kegembiraan, dan kasih sayang
Meski lelah, aku akan tetap bangkit
Dan maklumi caraku menuangkan katakata
Juga melukis engkau dalam detikdetik bertahun (hingga nanti)
Untuk aku, engkau, dan anak-anak yang kita lahirkan
Di dalam suasana terindah
Di dalam suasana terburuk
Kubangun jejakjejak menerjemahkan cinta kepadamu
Engkau, kekasih yang Allah karuniakan untukku
[Elzam, Jakarta 15 Oktober 2010]
** :-) My Honey, istriku :-)
Di hari lahirmu, kupanjatkan doa semoga Allah memberkahi umurmu yang telah berlalu, menjadikannya amal, menyiapkan kebahagian, dan kekuatan untuk membuatmu berarti selama hidup di dunia, aamin.**
Kamis, September 30, 2010
Harap
Rabu, September 29, 2010
detak-detak kata
aku tebarkan detakdetak berwujud kata-kata
hingga kau genggam atau kau hempas
tak pernah ada batas
siapa dan apa
[Gambar: "Sawah dan Pondok @Sukabumi" koleksi pribadi]
**kau membuatku berpikir, berpikir, tentang, ah....**
Selasa, September 21, 2010
LUPAKANLAH! (Sakti Wibowo)

... tak ada yang lebih pasti dari ketidakpastian, kata pagi yang setia datang sebelum sarapan.
Jadi tak perlu membingkai masa lalu atau memindai masa depan.
Jika bukan kenangan, maka itu hanyalah angan-angan.
... jalani saja, apa adanya!
Sepotong pagi yang tersaji di gelas kopimu, biarkan seperti itu.
Taburkan gula jika kau punya, tambahkan cream jika kau mau.
Tak perlu memuji apa pun, tak usah memaki siapa pun.
... nikmati saja, apa adanya!
Tak usah diingat part-part yang sudah lewat.
Jika ada "buruk" yang terlanjur tercatat, maafkanlah.
Jika ada "indah" yang sempat terlibat, lupakanlah!
... arifi saja! Jangan bilang tak mudah!
Hanya butuh sesaat untuk lewat,
sejenak ingat,
kemudian kembali semula:
"Kita bukan siapa-siapa!"
**Sebenarnya saya berniat menghindari postingan blog yang bukan tulisan saya alias "meng-copy paste" begitu. Baik dengan menyebut nama penulisnya, apalagi tidak sama sekali alias memplagiat. Tapi saya suka banget puisi Sakti yang saya temukan di FB-nya ini. Thanks juga untuk Lingga yg membuat saya menemukan puisi ini**
Jumat, Mei 21, 2010
Rahasia yang Tak Terungkap
Rabu, Maret 10, 2010
Tawa Tangis Gila
Bahkan, pada setiap kepahitan kita akan tertawa.
Menertawakan penat diri yang tak lagi membuncah lelah.
Ya, tawa itu adalah puncaknya...
menjadi gila
Merongrong hidup sampai busuk kau dibuatnya
Maka sebodoh itukah kau menjadi keledai?
Mengikis ketegaran sampai patah
Lalu besok kau akan menangis
Berulang
Tawa; tangis
Tangis; tawa
Tawa
Tangis
Mati.
[Elzam Zami]
Menertawakan penat diri yang tak lagi membuncah lelah.
Ya, tawa itu adalah puncaknya...
menjadi gila
Merongrong hidup sampai busuk kau dibuatnya
Maka sebodoh itukah kau menjadi keledai?
Mengikis ketegaran sampai patah
Lalu besok kau akan menangis
Berulang
Tawa; tangis
Tangis; tawa
Tawa
Tangis
Mati.
[Elzam Zami]
Minggu, Februari 21, 2010
Kusampaikan kata berbaris rapi menghadapmu.
Kusampaikan kata berbaris rapi menghadapmu.
Sepertinya diam, tapi gegas di hati.
Menghamparkan semua harap
aku percaya padamu saja
dan bila dihantamkan aku pada pilu pahit
kuambil penawarnya darimu
Lalu luka menguap suka
Padamu, bersama adalah belajar
menghapal bahwa hidup adalah tentang bertahan.
jadilah bara yang membakarku
gelegakkan buncah cahaya
sampai terang jiwa
padamu, aku lakukan juga.
Utan Kayu, 00:43/21.02.2010
[Elzam Zami]
Sepertinya diam, tapi gegas di hati.
Menghamparkan semua harap
aku percaya padamu saja
dan bila dihantamkan aku pada pilu pahit
kuambil penawarnya darimu
Lalu luka menguap suka
Padamu, bersama adalah belajar
menghapal bahwa hidup adalah tentang bertahan.
jadilah bara yang membakarku
gelegakkan buncah cahaya
sampai terang jiwa
padamu, aku lakukan juga.
Utan Kayu, 00:43/21.02.2010
[Elzam Zami]
Langganan:
Postingan (Atom)




